Profilaksis Prapajanan dan Pascapajanan HIV

Kurnia Ningrum, Iswandi Darwis, Nisa Karima

Abstract


Pada tahun 2016, 1 juta orang meninggal akibat HIV. Terdapat 36,7 juta orang yang hidup dengan HIV pada akhir tahun 2016 didapatlkan 1,8 juta kasus baru. Dalam penanganannya, semakin banyak digunakan tindakan pencegahan dengan membatasi paparan terhadap faktor risiko. Terdapat beberapa pendekatan untuk pencegahan HIV diantaranya penggunaan kondom pria dan wanita, tes dan konseling untuk HIV dan infeksi menular seksual, tes dan konseling terkait dengan perawatan TBC, sunat pada pria secara sukarela, mengurangi bahaya pada orang yang menyuntikkan dan menggunakan narkoba, eliminasi penularan HIV dari ibu ke anak, dan penggunaan obat antiretroviral untuk pencegahan. Penggunaan obat antiretroviral untuk pencegahan dapat dilakukan dengan cara pemberian profilaksis prapajanan (PrEP) untuk pasangan HIV negatif dan profilaksis pascapajanan HIV (PEP). Regimen yang direkomendasikan untuk PrEP dengan semua populasi berisiko adalah pemberian harian tenofoir disoproxil fumarate (TDF) yang diformulasikan dengan emtricitabine (FTC), sedangkan PEP dilakukan dengan pemberian TDF + FTC + LVP/r atau ATV/r. Indonesia sendiri belum terdapat program pemerintah terkait pemanfaatan PEP dan PEP HIV. melainkan masih menggunakan ART sebagai pengobatan bukan pencegahan. Penggunaan Profilaksis Prapajanan dan Pascapajanan HIV perlu diperkenalkan di Indonesia dan diperluas penggunaannya.
Kata kunci: HIV, profilaksis pascapajanan, profilaksis prapajanan,

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.