Fungsi Tidur dalam Manajemen Kesehatan

Rezita Rahma Reza, Khairunnisa Berawi, Nisa Karima, Arief Budiarto

Abstract


Siklus tidur terdiri atas non rapid eye movement (NREM) yang dibagi menjadi tiga tahap (N1, N2, N3); dan rapid eye movement (REM). Berbagai perubahan fisiologis dan perilaku terjadi selama tidur, perubahan tersebut meliputi sistem pernapasan, kardiovaskular, pencernaan, endokrin, ginjal, seksual serta termoregulasi. Tahap NREM sering disebut slow wave sleep (SWS) dimana mulai terjadi penurunan tekanan darah, pernapasan menjadi lebih dalam, penurunan tonus otot dan aktivitas gelombang otak serta sekresi berbagai hormon. Selama tidur NREM tidak ada gerakan mata dan tubuh menjadi tidak bergerak. Biasanya tidak terdapat mimpi pada tidur NREM namun seringkali terjadi mimpi buruk, sleep walking, dan mengompol pada anak-anak. Mimpi lebih sering terjadi pada tidur REM dan lebih mudah mengingat mimpi selama tidur REM. Tonus otot di seluruh tubuh menjadi sangat berkurang, frekuensi denyut jantung dan pernapasan menjadi tidak teratur, otak menjadi sangat aktif dan metabolisme di seluruh otak meningkat sebanyak 20 persen selama tidur REM. Tidur yang cukup berperan untuk mengoptimasi kerja hormon pertumbuhan dan memobilisasi fungsi neurohumoral sehingga penting dalam managemen kesehatan. Fungsi tidur masih menjadi misteri dan terbukti masih sulit dipahami. Durasi tidur yang pendek dapat memicu perubahan signifikan di seluruh tubuh antara lain gangguan kognitif, penurunan ingatan, perubahan kimia otak yang dapat menyebabkan depresi, gangguan sistem kekebalan tubuh, serta peningkatan risiko berbagai penyakit kardiometabolik.
Kata kunci : Tidur, Tahap Tidur, Non Rapid Eye Movement (NREM), Rapid Eye Movement (REM), Fungsi Tidur

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.