Suplementasi Vitamin D Sebagai Pencegahan Eksaserbasi Akut pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Ayu Dinda Fatimah, Retno Ariza Soemarwoto, Nisa Karima

Abstract


Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit yang sering terjadi, dapat dicegah, serta dapat diobati yang ditandai dengan gejala pernapasan persisten dan keterbatasan aliran udara yang disebabkan oleh kelainan saluran napas atau kelainan alveolar yang biasanya disebabkan oleh paparan partikel atau gas yang berbahaya. Gangguan pernapasan pada PPOK stabil dapat menjadi PPOK eksaserbasi akut yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kematian. Kasus eksaserbasi akut pada PPOK paling banyak disebabkan oleh infeksi. Selain itu, PPOK eksaserbasi akut juga dapat sebabkan oleh defisiensi vitamin D. Tetapi, prevalensi defisiensi vitamin D pada PPOK cukup tinggi. Padahal vitamin D mampu menurunkan inflamasi dan infeksi yang menjadi salah satu penyebab eksaserbasi akut pada PPOK dengan cara menekan kerja sitokin meningkatkan kemotaksis sehingga akan membantu dalam proses fagositosis makrofag untuk menghancurkan bakteri di dalam tubuh. Defisiensi vitamin D terjadi apabila serum 25(OH)D dalam darah memiliki kadar dibawah 20 ng/mL atau 8 ng/mL. Kadar plasma 25(OH)D yang rendah berhubungan dengan peningkatan kejadian PPOK. Apabila serum 25(OH)D dalam tubuh mengalami penurunan yang parah, maka akan meningkatkan risiko terjadinya eksaserbasi akut. Salah satu tatalaksana yang harus dilakukan pada PPOK adalah pemantauan asupan nutrisi. Suplementasi vitamin D pada pasien PPOK yang mengalami defisiensi vitamin D dapat menurunkan kemungkinan terjadinya eksaserbasi akut. Pasien PPOK berusia dewasa atau lanjut usia sebaiknya mengonsumsi vitamin D sebanyak 4000 IU dalam satu hari untuk mencegah terjadinya defisiensi vitamin D.
Kata Kunci: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Eksaserbasi Akut, Vitamin D

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.