Perbedaan Kadar Kreatinin Serum Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Yang Terkontrol Dengan Yang Tidak Terkontrol Di Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2012

Salman Alfarisi, Wiranto Basuki, Tiwuk Susantiningsih

Abstract


Diabetes melitus adalah suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemi yang terjadikarena kelainan sekresi insulin, kelainan kerja insulin atau keduanya. Diabetes melitus yang tidakterkontrol akan meningkatkan progresivitas terjadinya berbagai komplikasi kronik, baikmikroangiopati maupun makroangiopati. Pada saat ini diabetes melitus telah menjadi salah satupenyakit yang paling banyak menyebabkan penyakit ginjal kronik. Pemeriksaan kadar kreatinindalam darah merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk menilai fungsi ginjal, karenakonsentrasi dalam plasma dan ekskresinya di urin dalam 24 jam relatif konstan. Kadar kreatininserum yang lebih besar dari nilai normal mengisyaratkan adanya gangguan fungsi ginjal. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar kreatinin serumpasien diabetes melitus tipe 2 yang terkontrol dengan yang tidak terkontrol. Penelitian yangdilakukan adalah penelitian analitis kategorik-numerik tidak berpasangan dengan pendekatan crosssectional. Hasil penelitian menunjukkan dari 72 pasien DM tipe 2 (36 terkontrol dan 36 tidakterkontrol), rerata kadar kreatinin serum pasien diabetes melitus tipe 2 yang tidak terkontrol(0,967±0,265) lebih tinggi dibandingkan dengan pasien diabetes melitus tipe 2 yang terkontrol(0,819±0,182). Kesimpulan, terdapat perbedaan kadar kreatinin serum yang bermakna (p= 0,002)antara pasien diabetes melitus tipe 2 yang terkontrol dengan yang tidak terkontrol.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.