Perbandingan Tingkat Kesembuhan Luka Bakar dengan Pemberian Madu dan Pemberian Gentamisin Topikal pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus)

Arif Mz, Muhartono -

Abstract


Madu diduga berperan sebagai antibakteri dan saat ini sudah dimanfaatkan sebagai penanganankorban luka bakar. Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat kesembuhan luka bakardengan pemberian madu dan gentamisin topikal. Pada penelitian menggunakan 9 ekor tikus jantangalur Spraque dawley dijadikan subyek penelitian. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok secararandom yaitu: K1 (kontrol), K2 (madu 100%), K3 ( Gentamisin Topikal Gel 0,1%×10gr) setelah14 hari pengamatan. Dari hasil penelitian luka bakar pada kulit tikus menunjukann rata-ratakesembuhan kulit secara histopatologis pada K1, K2, dan K3 adalah 0,817±2,57, 0,774±4,23, dan0,691±4,27 dengan nilai P=0,001 pada uji Kruskal-Wallis. Pada analisa Mann-Whitney test nilai ppada tiap kelompok adalah: antara K1 dan K2 p=0,001 kemudian K1 dan K3 p=0,001, untuk ujikelompok K2 dan K3 p=0,936. Pada hasil uji klinis didapat rata-rata 50,70±15,28 pada K1,94,48±6,07 pada K2 dan K3, 92,14±6,85. Pada uji ANOVA didapatkan p=0,039, dilanjutkan padauji post hoc terdapat perbedaan bermakna pada kelompok K1 terhadap kelompok K2 dan K3dengan nilai p=0,001. Dan tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok K2 dan K3 dengannilai p=0,585. Simpulan, madu dapat dijadikan sebagai obat alternatif pada luka bakar sebagaipengganti antibiotik gentamisin topikal, terutama di daerah terpencil.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.