PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI PAYUDARA TIKUS PUTIH BETINA (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley YANG DIINDUKSI 7,12-DIMETILBENZ(α)ANTRASENA (DMBA)

Monica Shendy, Indri Windarti, Muhartono -, Sutyarso -

Abstract


Karsingen kimia 7,12-dimetilbenz(α)antrasena (DMBA) adalah anggota polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH) yang memiliki sifat sitotoksik, karsinogenik, mutagenik, dan imunosupresif. DMBA berperan sebagai bahan karsinogen kuat dengan cara menghasilkan berbagai macam metabolit reaktif yang mengarah pada stres oksidatif. Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah mahkota dewa terhadap histopatologi payudara tikus yang diinduksi DMBA. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni dengan pola post test-only control group design terhadap lima kelompok tikus. DMBA 30 mg/kgBB dosis tunggal intraperitoneal diberikan kepada kelompok 2, 3, 4, dan 5 dan ditunggu 2 bulan, kemudian kelompok 3, 4, dan 5 diberi ekstrak mahkota dewa dengan per oral dosis 24 mg, 48 mg, dan 96 mg selama 14 hari. Sampel jaringan payudara diambil untuk pemeriksaan histopatologi, hasilnya menunjukan DMBA menyebabkan peningkatan jumlah asini di sekitar duktus intralobular. Kelompok 3, 4, dan 5 menunjukkan adanya perubahan rata-rata jumlah asinus, namun tidak dapat ditentukan berapa dosis ekstrak mahkota dewa yang memberikan gambaran terbaik.

Kata kunci: DMBA, jumlah asinus, mahkota dewa, Phaleria macrocarpa

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.