Ketepatan Pemberian Dosis Obat Antituberkulosis Kategori Satu terhadap Konversi Sputum BTA Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung

Helimawati Rosita, Rasmi Zakiah Oktarlina, Muhammad Ricky Ramadhian, Novita Carolia

Abstract


Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang memerlukan terapi jangka panjang. Konversi sputum basil tahan asam (BTA) digunakan untuk menilai kesuksesan terapi. Salah satu penentu keberhasilan terapi pada penyakit tuberkulosis adalah ketepatan pemberian dosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk melihat apakah terdapat hubungan antara ketepatan pemberian dosis obat antituberkulosis kategori 1 terhadap konversi sputum BTA. Penelitian dengan pendekatan penelitian cross-sectional melibatkan sumber data kartu pengobatan TB 01 yang dilakukan secara retrospektif. Populasi adalah pasien tuberkulosis yang tidak memiliki komplikasi penyakit lain, laki-laki dan perempuan dari November 2014 sampai Juni 2017. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling yang memenuhi beberapa kriteria. Variabel bebas adalah ketepatan pemberian dosis dan variabel terikat adalah konversi sputum BTA setelah pengobatan 5 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 89,2% menerima pengobatan yang sesuai. Keberhasilan terapi menunjukkan bahwa 89,2% pasien mendapatkan pengobatan lengkap dan sembuh, 10,8% pasien gagal dalam keberhasilan terapi. Data dianalisis dengan Fisher’s Exact Test (p value>0,05) menunjukkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara ketepatan pemberian dosis obat antituberkulosis kategori 1 terhadap konversi sputum BTA (p value=1,000).
Kata kunci: Ketepatan dosis obat, Konversi sputum BTA, Tuberkulosis.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.