Kunyit (Curcuma domestica Val) sebagai Terapi Artritis Gout

Norman Fahryl, Novita Carolia

Abstract


Penyakit degeneratif terus berkembang dewasa ini. Salah satunya adalah Artritis gout atau masyarakat awam mengenalnya dengan
penyakit asam urat. Penyakit ini sering ditemukan di masyarakat .Prevalensi artritis gout di Indonesia terjadi pada usia di bawah 34
tahun sebesar 32% dan kejadian tertinggi pada penduduk Minahasa sebesar 29,2%. Artritis gout ditandai oleh kadar asam urat di dalam darah yang tinggi (hiperurisemia). Artritis jarang menyebabkan kematian, tetapi sangat mengganggu penderitanya. Terapi yang diberikan merupakan obat antiinflamasi yang memiliki banyak efek samping. Kunyit (Curcuma domestica) merupakan salah satu tanaman herbal yang potensial sebagai terapi gout artritis. Kunyit merupakan tanaman asli Asia, salah satunya adalah Indonesia. Tanaman herbal ini merupakan tanaman yang mudah didapat dan juga murah. Kunyit memiliki banyak khasiat yang potensial bagi kesehatan, sepertiĀ  antioksidan, antitumor, obat batuk, anti-diabetes, obat liver, gangguan Alzheimer, dan antiinflamasi. Tanaman herbal ini bisa menjadi terapi alternatif untuk artritis gout. Kunyit mengandung senyawa aktif yang yaitu curcumin. Senyawa tersebut telah banyak diteliti memiliki efek sebagai agen antiinflamasi. Hal tersebut disebabkan curcumin dapat menghambat protein Cyclooxygenase-2 (COX-2). COX-2 merupakan enzim yang dapat memediasi proses inflamasi. Maka dari itu, curcumin yang terkandung di dalam kunyit memiliki efek antiinflamasi. Efek potensial tersebut yang bisa menjadi landasan untuk terapi artritis gout.
Kata Kunci: artritis gout, curcuma domestica, kunyit

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.