Pengaruh Stunting terhadap Perkembangan Kognitif dan Prestasi Belajar

Adilla Dwi Nur Yadika, Khairun Nisa Berawi, Syahrul Hamidi Nasution

Abstract


Stunting adalah kondisi dimana tinggi badan anak lebih pendek dari anak dengan usia yang sama, dengan nilai Z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) berdasarkan standar pertumbuhan mencapai kurang dari -2 standar deviasi (SD). Pada tahun 2017, 22,2% balita di dunia mengalami stunting. Stunting merupakan masalah gizi utama di Indonesia dengan prevalensi sebesar 29,6% pada tahun 2017. Stunting dapat disebabkan oleh tidak adekuatnya asupan makanan bergizi, riwayat ASI eksklusif, berat badan lahir rendah, dan riwayat infeksi. Stunting dapat berdampak terhadap perkembangan motorik dan verbal, peningkatan penyakit degeneratif, kejadian kesakitan dan kematian. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa terdapat pengaruh stunting terhadap perkembangan kognitif dan prestasi belajar anak yang dapat menurunkan produktivitas kerja sehingga pada akhirnya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kemiskinan di suatu negara. Tujuan dari tinjauan pustaka ini adalah untuk meninjau pengaruh stunting terhadap perkembangan kognitif dan prestasi belajar. Peninjauan dilakukan dengan mencari referensi yang sesuai. Berdasarkan peninjauan, didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh stunting terhadap perkembangan kognitif dan prestasi belajar. Pada kondisi stunting dapat terjadi gangguan pada proses pematangan neuron otak serta perubahan struktur dan fungsi otak yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada perkembangan kognitif. Kondisi ini menyebabkan kemampuan berpikir dan belajar anak terganggu dan pada akhirnya menurunkan tingkat kehadiran dan prestasi belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh stunting terhadap perkembangan kognitif dan kecerdasan.
Kata kunci: Stunting, Perkembangan Kognitif, Prestasi Belajar

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.