Efektivitas Nigella sativa sebagai Terapi Adjuvan pada Pasien Beta Thalasemia

Ahmad Mufid NA, Rasmi Zakiah Oktarlina

Abstract


Thalasemia adalah penyakit herediter yang ditandai dengan defisiensi produk rantai globulin pada hemoglobin. Hal ini
disebabkan oleh ketidakmampuan sumsum tulang membentuk protein yang dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin.
Gangguan dalam produksi hemoglobin dapat menyebabkan anemia pada thalasemia. Derajat anemia dapat terjadi secara
bervariasi dimulai dari ringan hingga berat dan anemia merupakan masalah utama pada thalasemia. Penatalaksanaan
anemia pada pasien thalasemia dengan pemberian tranfusi darah yang bertujuan untuk mempertahankan kadar
hemoglobin dalam darah. Pemberian tranfusi darah dalam jangka lama akan menyebabkan penumpukan besi pada jaringan
parenkim hati dan disertai dengan peningkatan kadar serum besi. Efek samping dari tranfusi adalah meningkatnya
akumulasi zat besi dalam tubuh. Terapi yang diberikan pada pasien yang melakukan tranfusi secara reguler adalah terapi
untuk mengurangi zat besi dalam tubuh. Nigella sativa (NS) merupakan tumbuhan herbal yang diketahui dapat menjadi
terapi adjuvan pada pasien thalasemia karena adanya thymoquinone (TQ) yang merupakan komponen kimia aktif utama
dari minyak atsiri. Penelitian yang diujikan kepada hewan coba, NS dapat menekan sekresi IL-6, TNF-α, dan NO. NS adalah
pengobatan yang cukup menjanjikan untuk melawan banyak efek samping yang disebabkan obat deferasiroks seperti
pusing, mual, muntah. Selain itu, NS sebagai pengobatan memberikan efek antioksidan kuat yang melindungi terhadap
patogenesis suatu penyakit yang disebabkan oleh stres oksidatif. Kekuatan antioksidan yang diinduksi NS dapat menekan
dan melawan efek malondialdehyde (MDA).
Kata Kunci: nigella sativa, pengobatan, thalasemia

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.