SOSIALISASI ANTI-BULLYING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL ANAK USIA SEKOLAH DI SD NEGERI PEMANGGILAN, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.23960/jpmrj.v11i1.3798
Abstract View: 0
Abstract
Perundungan merupakan permasalahan sosial yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dasar dan dapat
berdampak negatif terhadap kesehatan mental, perkembangan psikologis, sosial, serta proses belajar peserta didik.
Kurangnya pemahaman mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan
menyikapinya menyebabkan perilaku bullying kerap dianggap sebagai hal yang wajar dalam interaksi sehari-hari.
Kondisi tersebut juga berpotensi terjadi di SD Negeri Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan,
sehingga diperlukan upaya pencegahan yang bersifat edukatif dan preventif sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada
masyarakat ini dilaksanakan dalam skema PKM KKN Berdampak pada 25 Siswa SD dengan rentang usia 10-12 tahun,
serta melibatkan Tim pengabdian yang terdiri dari mahasiswa KKN dan Tim dosen Universitas Lampung. Metode
pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi dan edukasi anti bullying, diskusi interaktif, simulasi kasus, serta
permainan edukatif yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Untuk evaluasi terdapat pre
test dan post test. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta didik
mengenai perilaku bullying, menumbuhkan sikap empati dan saling menghargai, serta mendorong terciptanya
lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak. Luaran kegiatan ini meliputi peningkatan literasi anti bullying peserta
didik berdasarkan ketercapaian skor post test 80 poin, tersedianya media edukasi anti bullying di sekolah (alat
permainan peraga), dokumentasi kegiatan, serta laporan pelaksanaan PKM KKN Berdampak. Kegiatan ini
merupakan wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pencegahan permasalahan sosial.
