JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM
<div id="openAccessPolicy"> <p align="justify"><strong>JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai (JPMRJ)</strong> is a peer-reviewed journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. The journal is dedicated to publishing high-quality articles on community engagement and service, with a particular focus on medical and health topics. <strong>JPMRJ</strong> welcomes submissions of original articles that contribute to the advancement of community engagement and service in the field of medicine and health. Areas of interest include but are not limited to: Community health programs, Health education and promotion, Public health interventions, Medical outreach activities, Interdisciplinary collaborations, Global health initiatives, Social determinants of health, Health equity and disparities.<br /><br />Format:<br />https://bit.ly/templatejpmrj </p> </div>en-US[email protected] (Susianti (Editor in Chief), Suryadi Islami (Managing Editor))[email protected] (Aji Kurnia Irawan)Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0000OJS 3.2.1.4http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60Peningkatan Kompetensi Dokter dan Tenaga Kesehatan FKTP Kabupaten Tulang Bawang dalam Penatalaksanaan TB, Asma, dan PPOK melalui Roadshow Edukasi PDPI Lampung
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3751
<p>Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI) Provinsi Lampung melaksanakan kegiatan pengabdian<br>masyarakat berupa edukasi medis kepada dokter umum fasilitas kesehatan tingkat pertama serta tenaga kesehatan<br>pemegang program Pencegahan dan Pengendalian Masalah (P2M) dan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak<br>Menular (P2TM) di Puskesmas Kabupaten Tulang Bawang. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta. Materi yang diberikan<br>berfokus pada penatalaksanaan terkini tuberkulosis paru, asma, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Edukasi<br>mencakup aspek deteksi dini, tatalaksana sesuai pedoman nasional, pemantauan terapi, serta strategi rujukan yang<br>tepat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan sehingga pelayanan terhadap pasien<br>dengan TB, asma, dan PPOK dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terstandar di tingkat layanan primer.<br>Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan memperoleh penguatan kompetensi melalui sesi diskusi serta studi<br>kasus. Diharapkan kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Tulang Bawang,<br>khususnya dalam penanganan penyakit paru yang menjadi beban kesehatan masyarakat. Program ini juga menjadi<br>langkah kolaboratif antara PDPI dan Puskesmas dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan menuju pelayanan<br>yang lebih optimal.</p>Retno Ariza Soemarwoto, Apri Lyanda, Mohammad Junus Didiek Herdanto, Adhari Ajipurnomo, Laisa Azka, Achmad Gozali
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3751Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000SKRINING KESEHATAN SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI PENYAKIT KRONIS PADA LANSIA DI POSYANDU ANYELIR 2 KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3779
<p>Skrining kesehatan lansia adalah serangkaian pemeriksaan untuk deteksi dini penyakit dan gangguan pada lanjut usia, seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, indeks massa tubuh, serta fungsi indra (pendengaran, penglihatan), kondisi mental, dan mobilitas. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas hidup, mengurangi risiko penyakit serius, dan memungkinkan intervensi serta penanganan yang tepat waktu. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit kronis melalui pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, tinggi badan dan berat badan. Sasaran dalam kegiatan ini adalah lansia di Posyandu Anyelir 2 Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 20 orang. Metode yang digunakan pada kegiatan ini mencakup pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, tinggi badan dan berat badan. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan dengan menggunakan tensimeter digital, pemeriksaan gula darah dilakukan dengan alat glukometer, pemeriksaan berat badan dilakukan dengan menggunakan timbangan digital dan pengukuran tinggi badan menggunakan stadiometer atau meteran di dinding. Skrining kesehatan terbukti efektif untuk mendeteksi dan mencegah komplikasi akibat penyakit kronis pada lansia di Posyandu Anyelir 2 Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.</p>Suharmanto Suharmanto, Exsa Hadibrata, Risal Wintoko
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3779Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA DAN IBU RUMAH TANGGA DESA TALANG LEBAR, KECAMATAN PUGUNG, KABUPATEN TANGGAMUS
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3812
<p>Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang banyak terjadi pada remaja putri dan ibu rumah tangga, terutama akibat kurangnya asupan zat besi dan rendahnya pengetahuan mengenai pencegahannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai anemia dan upaya pencegahannya melalui edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan penyampaian materi secara langsung dan komunikatif, disertai sesi tanya jawab serta penggunaan media pendukung berupa <em>leaflet</em>. Kegiatan dilaksanakan di Desa Talang Lebar, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus dengan sasaran remaja putri dan ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti edukasi dengan antusias dan merespons materi dengan baik, khususnya terkait pengertian anemia, faktor risiko, tanda dan gejala, serta langkah pencegahan melalui pola makan bergizi seimbang dan konsumsi zat besi. Secara umum, edukasi kesehatan melalui metode ceramah memberikan pengalaman pembelajaran yang informatif dan berpotensi mendukung peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan anemia. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat upaya promotif dan preventif pada kelompok rentan di masyarakat.</p>Shellya Puti Sudesty, Khorina Fatin Bilqis, Sri Octa Handayani
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3812Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT JANTUNG KORONER MELALUI PROMOSI KESEHATAN PADA PROGRAM PROLANIS, DESA SIDOSARI, LAMPUNG SELATAN
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3818
<p>Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan beban<br />kesehatan yang terus meningkat. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) menjadi strategi utama dalam<br />pengendalian PJK di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk<br />meningkatkan pengetahuan peserta Prolanis Anggrek di Dusun Simbaringin, Desa Sidosari, terkait faktor risiko, gejala,<br />pencegahan, dan penatalaksanaan awal PJK. Metode kegiatan meliputi observasi, penyusunan materi, pelaksanaan<br />pre-test, penyuluhan interaktif, serta post-test melalui kuis lisan. Media edukasi yang digunakan meliputi leaflet,<br />poster, dan paparan langsung. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata nilai pre-test peserta sebesar 60, yang<br />mengindikasikan tingkat pengetahuan awal yang masih rendah. Setelah diberikan intervensi penyuluhan, tingkat<br />pengetahuan peserta meningkat signifikan yang ditunjukkan dengan capaian post-test sebesar 100%, di mana seluruh<br />peserta 25 orang mampu menjawab empat butir soal kuis dengan benar serta menunjukkan respons yang sangat<br />antusias. Kesimpulannya, kegiatan penyuluhan ini efektif dalam mendongkrak pemahaman masyarakat mengenai PJK<br />serta memperkuat fungsi Posyandu Prolanis sebagai pusat edukasi kesehatan preventif di tingkat komunitas.</p>Reni Zuraida, Sugirah Nour Rahman, Reyhan Arissaputra Bachtiar, Habib Usman Hamas, Syakirah Nasywaa Rahmatillah, Manna Ruth Kallista Luanmasa, Nazla Fisty Alifia Jares, Gigih Ayu Prasetyaningtyas, Tria Enjelika Siregar, Rosa Maulidina Salsabila, Nyimas Naila Mahira Peni, Nadira Rosdiar, Allaudin Fakhri, Yola Adelia
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3818Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000EDUKASI KESEHATAN DALAM PENANGANAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (DIABETES MELLITUS, HIPERTENSI, DAN ASAM URAT) DI TANJUNG BINTANG, LAMPUNG SELATAN
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3824
<p>Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti Hipertensi, Diabetes Mellitus, dan Asam Urat merupakan silent killer yang menjadi tantangan kesehatan global karena sifatnya yang asimtomatik pada tahap awal. Meskipun prevalensi penyakit degeneratif terus melonjak lintas generasi, tingkat kesadaran masyarakat Indonesia dalam melakukan deteksi dini kesehatan masih tergolong rendah. Di Desa Sabah Balau, Lampung Selatan, kesadaran akan deteksi dini dan literasi kesehatan mengenai pengelolaan PTM masih perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat melalui edukasi kesehatan yang terstruktur. Metode yang digunakan meliputi tahapan perencanaan, implementasi melalui ceramah interaktif oleh Apoteker selama 30 menit, dan evaluasi menggunakan instrumen Pre-test serta Post-test. Kegiatan ini dilaksanakan pada 02 Mei 2026 dengan melibatkan 24 peserta serta berkolaborasi dengan HIMAFARSI FK UNILA. Hasil evaluasi menggunakan instrumen pretest dan posttest menunjukkan adanya lonjakan pengetahuan yang signifikan, di mana skor rata-rata pre-test peserta yang awalnya berada di bawah 50% berhasil meningkat hingga mencapai skor sempurna (100%) pada saat post-test. Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi diskusi terkait manajemen faktor risiko dan pola hidup sehat. Simpulan dari kegiatan ini adalah edukasi kesehatan secara langsung oleh tenaga profesional efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, yang diharapkan dapat mendorong kemandirian dalam pengelolaan obat serta pencegahan komplikasi PTM secara berkelanjutan.</p>Dwi Ismayati, Ervina Damayanti, Afriyani Afriyani, Rasmi Zakiah Oktarlina
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3824Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG RISIKO PERNIKAHAN USIA DINI DI PEKON AIR KUBANG KECAMATAN AIR NANINGAN KABUPATEN TANGGAMUS
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3828
<p>Pernikahan usia dini masih menjadi permasalahan sosial yang berdampak luas terhadap kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko pernikahan usia dini di Pekon Air Kubang, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus. Metode yang digunakan adalah sosialisasi interaktif dengan pendekatan edukatif partisipatif yang melibatkan 30 peserta terdiri dari remaja dan orang tua. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Instrumen yang digunakan berupa pretest dan posttest dengan 10 pertanyaan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 58,4 pada pretest menjadi 87,2 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 28,8 poin. Selain itu, terjadi perubahan distribusi kategori pemahaman, di mana pada awalnya 53% peserta berada pada kategori rendah, namun setelah sosialisasi tidak terdapat lagi peserta dalam kategori tersebut dan 83% peserta berada pada kategori tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya pernikahan usia dini. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya preventif dalam menekan angka pernikahan usia dini serta mendukung terbentuknya generasi yang sehat, berpendidikan, dan berkualitas.</p>Khorina Fatin Bilqis, Hendri Busman, Bambang Irawan, Shellya Puti Sudesty, Sri Octa Handayani
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3828Tue, 07 Jul 2026 00:00:00 +0000SOSIALISASI DAN EDUKASI PENGGOLONGAN DAN PENYIMPANAN OBAT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGGUNAAN OBAT RASIONAL DI POSYANDU AS-SYIFA, KECAMATAN LABUHAN RATU, KOTA BANDAR LAMPUNG
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3832
<p><span style="font-weight: 400;">Penggunaan obat secara rasional merupakan salah satu dasar utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, efektif, dan berkualitas. Namun, penggunaan obat yang tidak rasional masih menjadi masalah kesehatan global yang serius dan dapat menyebabkan resistensi antimikroba, peningkatan efek samping obat, pemborosan sumber daya, serta penurunan kualitas pengobatan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan golongan dan penyimpanan obat melalui edukasi di Posyandu As-Syifa Kecamatan Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung. Sasaran dalam kegiatan ini adalah masyarakat Posyandu As-Syifa, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung sebanyak 23 orang. Metode yang digunakan pada kegiatan ini mencakup pelaksanaan Pre-Evaluasi yang dipandu oleh kader dan pengabdi. Kemudian dilakukan pembagian leaflet informasi mengenai golongan obat. Kegiatan diakhiri dengan kegiatan tanya jawab dan Post-Evaluasi</span><span style="font-weight: 400;">. </span><span style="font-weight: 400;">Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan antara hasil pre-evaluasi dan post-evaluasi pada 23 responden. Hasil analisis menunjukkan tingkat pemahaman pada pre-evaluasi sebesar 83%, kemudian meningkat menjadi 98% pada post-evaluasi setelah pemberian edukasi. </span><span style="font-weight: 400;">Edukasi ini terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan mengenai penggolongan obat dan cara simpan obat di Posyandu As-Syifa Kecamatan Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung.</span></p>Denny Ardhianto, Made Laksmi Meiliana, Syaripah Ulandari, Okta Puspita, Novita Sari, M. Aditya Permana, Maya Ulfah, Andriansyah
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3832Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000EDUKASI MENGENAI PENERAPAN GAYA HIDUP SEHAT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN STATUS KESEHATAN LANSIA
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3844
<div><span lang="IN">Gaya hidup sehat pada lansia </span><span lang="EN-US">dapat meningkatkan status kesehatan, </span><span lang="IN">mencakup aktivitas fisik teratur, pola makan bergizi seimbang, istirahat cukup, menjaga kesehatan mental melalui interaksi sosial dan stimulasi kognitif, pemeriksaan kesehatan rutin</span><span lang="EN-US">, </span><span lang="IN">menghindari rokok dan alkohol, menjaga berat badan ideal, dan memastikan asupan cairan yang cukup untuk mendukung kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan. </span><span lang="IN">Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan </span><span lang="EN-US">pemahaman dan kesadaran lansia untuk menerapkan gaya hidup sehat. </span><span lang="IN">Sasaran dalam kegiatan ini adalah </span><span lang="EN-US">lansia di Posyandu Anyelir 2 Kecamatan Natar Kabupaten </span><span lang="IN">Lampung Selatan. Metode yang </span><span lang="EN-US">digunakan </span><span lang="IN">pada kegiatan ini mencakup</span></div> <div><span lang="IN">pe</span><span lang="EN-US">mberian materi tentang gaya hidup sehat dilanjutkan dengan diskusi</span><span lang="IN">. Pengukuran pe</span><span lang="EN-US">mahaman lansia tentang gaya hidup sehat </span><span lang="IN">dilakukan dua kali yaitu sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan. Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pe</span><span lang="EN-US">mahaman lansia </span><span lang="IN">tentang </span><span lang="EN-US">gaya hidup sehat. </span><span lang="IN">Hasil pengukuran sebelum penyuluhan digunakan sebagai parameter pemberian materi penyuluhan. Sedangkan hasil pengukuran setelah penyuluhan digunakan untuk membandingkan dengan pengetahuan sebelumnya. Pengukuran pengetahuan dilakukan dengan </span><span lang="EN-US">membagikan lembar kuesioner</span><span lang="IN">. Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentang </span><span lang="EN-US">gaya hidup sehat dalam meningkatkan status kesehatan lansia </span><span lang="EN-US">di Posyandu Anyelir 2 Kecamatan Natar Kabupaten </span><span lang="IN">Lampung Selatan.</span></div>Suharmanto Suharmanto, Hendri Busman, Siti Mutmainnah, Sri Suryani
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3844Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN BERTEMA "SIAGA " DI POSYANDU DESA PURWOSARI II
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3852
<div><span lang="IN">Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti HIV, sifilis, dan hepatitis B memiliki risiko tinggi ditularkan dari ibu ke janin (penularan vertikal) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dapat berdampak pada kesehatan reproduksi wanita usia produktif. Kurangnya pengetahuan mengenai cara penularan, gejala, dan upaya pencegahan PMS menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Posyandu merupakan sarana yang strategis untuk memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, khususnya ibu usia produktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu usia produktif mengenai deteksi dini, pencegahan, dan pengobatan PMS melalui <a name="_Hlk231475707"></a>penyuluhan kesehatan bertema "SIAGA: Sadari, Informasi, Antisipasi, Gerak, Anti IMS". Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Purwosari II, Desa Negararatu, Kabupaten Lampung Selatan, dengan melibatkan 23 orang peserta. Metode pelaksanaan mencakup pengukuran tingkat pengetahuan (<em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>), penyuluhan interaktif, pembagian buku saku, dan demonstrasi penggunaan alat kontrasepsi (kondom). Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan sebesar 60,68%, dengan rata-rata nilai <em>pre-test</em> 53,04 meningkat menjadi 85,21 pada <em>post-test</em>. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan ada perbedaan yang bermakna (p < 0,001). Kesimpulannya, Penyuluhan yang dilakukan melalui Posyandu terbukti efektif meningkatkan pengetahuan <a name="_Hlk231384347"></a>ibu-ibu usia produktif tentang cara mencegah penyakit menular seksual (PMS). Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan reproduksi.</span></div>Hesti Yuningrum, Suryani Agustina Daulay, Wiwi Febriani, Jihan Siti Muthmainah
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3852Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000HARI TUBERKULOSIS SEDUNIA: EDUKASI KESEHATAN DAN UPAYA ELIMINASI TUBERKULOSIS DI MASYARAKAT
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3905
<p>Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat global, termasuk di Indonesia. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam upaya eliminasi tuberkulosis dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan secara langsung (ceramah interaktif dan diskusi) dan pembagian leaflet serta sembako di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Kegiatan diikuti oleh 46 peserta yang terdiri dari pasien dan keluarga pasien TB. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta tentang cara penularan, pencegahan, serta pentingnya pengobatan TB hingga tuntas, berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Upaya eliminasi TB juga didukung dengan pembentukan komitmen bersama untuk menghilangkan stigma negatif terhadap pasien TB. Kegiatan ini berhasil menjangkau kelompok rentan dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam deteksi dini. Kesimpulannya, edukasi kesehatan berbasis peringatan hari besar TB efektif dalam meningkatkan kesadaran dan mendorong tindakan nyata eliminasi TB di tingkat komunitas. Diperlukan keberlanjutan program melalui penguatan peran kader dan kolaborasi lintas sektor.</p>Lucky Togihon Harjantho, Chicy Widya Morfi, Achmad Gozali, Vivi Rosaria, Magdalena Sibarani, Mohammad Junus Didiek Herdato, Adhari Ajipurnomo
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3905Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000SKRINING PENYAKIT LANSIA SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3918
<p>Peningkatan jumlah lanjut usia di Indonesia menyebabkan kebutuhan skrining penyakit tidak menular semakin besar terutama hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, asma maupun penyakit paru obstruktif kronik yang sering tidak terdeteksi pada fase awal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini penyakit pada lansia serta meningkatkan pengetahuan lansia mengenai pencegahan penyakit tidak menular di Kabupaten Lampung Tengah. Metode kegiatan yang digunakan yaitu skrining kesehatan dengan wawancara sederhana meliputi registrasi peserta, anamnesis singkat, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, edukasi kesehatan dan TB paru, konseling hasil skrining, serta rujukan sederhana ke fasilitas kesehatan bila ditemukan hasil di atas nilai rujukan. Khalayak sasaran adalah 40 lansia di Lampung Tengah. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan dari 40 lansia yang mengikuti kegiatan, sebanyak 62,5% memiliki tekanan darah meningkat, sebanyak 35,0% memiliki gula darah sewaktu meningkat. Rerata nilai pengetahuan meningkat dari 58,5 menjadi 82,0 setelah edukasi. Kegiatan skrining dan edukasi kesehatan pada lansia efektif dalam mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular serta meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pencegahan, tanda bahaya dan pentingnya kontrol rutin ke fasilitas kesehatan. Program serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama antara fasilitas kesehatan, kader dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup lansia serta mencegah komplikasi penyakit tidak menular.</p>Tetra Arya Saputra, Gigih Setiawan, Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto, Anse Diana Valentiene Messah, Vivi Rosari M. Sibarani
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3918Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000EDUKASI DAN PENYULUHAN TUBERKULOSIS SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN PENGETAHUAN, PENCEGAHAN, DAN DETEKSI DINI DI MASYARAKAT
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3923
<div><span lang="id">Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Rendahnya pengetahuan masyarakat, stigma terhadap penderita TB, serta keterlambatan diagnosis menjadihambatan utama dalam pengendalian penyakit ini. Edukasi dan penyuluhan kesehatan merupakan strategi penting untuk meningkatkan kesadaranmasyarakat mengenai gejala, cara penularan, pencegahan, serta pentingnya kepatuhan pengobatan TB. Penyuluh ini bertujuan untuk menelaah efektivitas edukasi dan penyuluhan TB dalam meningkatkan pengetahuan, perilaku pencegahan, dan partisipasi masyarakat terhadap deteksi diniTB. Metode kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, penyusunan materi edukasi, pembuatan media berupa <em>leaflet </em>dan <em>poster</em>, pelaksanaanpenyuluhan interaktif, diskusi, serta evaluasi pengetahuan menggunakan <em>pretest </em>dan <em>posttest</em>. Sasaran kegiatan meliputi pasien, keluarga pasien, pengunjung rawat jalan, dan tenaga pendukung kesehatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas, media digital, blended learning, dan pendekatan pemberdayaan masyarakat mampu meningkatkan pengetahuan, perilaku pencegahan, serta kepatuhan masyarakat terhadap program TB. Selain itu, edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan terbukti meningkatkan partisipasi kontak serumah dalam pemeriksaan dini dan mengurangi stigma terhadap penderita TB. Dengan demikian, edukasi dan penyuluhan TB merupakan intervensi promotif-preventif yang efektif untuk mendukung keberhasilan program eliminasi TB.</span></div>Tetra Arya Saputra, Gigih Setiawan, Retno Ariza S. Soemarwoto, Anse Diana Valentiene Messah, Apri Lyanda
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3923Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000PERAN EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENGURANGAN ANGKA PERNIKAHAN DINI DI DESA CANDIPURO
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3934
<p>Stunting merupakan permasalahan gizi yang menjadi prioritas di Indonesia. Salah satu faktor tidak langsung terhadap<br />kejadian stunting ini Adalah pernikahan dini, yang berdampak pada rendahnya kesiapan fisik dan pengetahuan ibu<br />muda dalam merawat kehamilan dan tumbuh kembang anak. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk<br />meningkatkan pengetahuan remaja di desa Candipuro mengenai kesehatan reproduksi sebagai strategi pencegahan<br />stunting melalui edukasi bahaya pernikahan dini. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 januari 2025 dengan<br />melibatkan 30 peserta. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif disertai evaluasi menggunkan pre-test<br />dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan yang signifikan dari 51 pada pre-test menjadi<br />77,43 pada post-test, dengan selisih rata-rata 26,43 (p<0,001). Berdasarkan kategorisasi, sebanyak 96,7% peserta<br />awalnya berada pada kategori pengetahuan kurang; setelah intervensi, seluruh peserta mengalami peningkatan<br />kategori dengan 63,3% mencapai kategori cukup dan 36,7% mencapai kategori baik. Kegiatan edukasi kesehatan<br />reproduksi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja tentang risiko pernikahan dini dan kaitannya dengan<br />pencegahan stunting.</p>Putri Damayanti, Khairun Nisa Berawi, Ayu Tiara Fitri, Eka Putri Rahmadhan
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3934Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000 PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI DI POSYANDU CISARUA KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3936
<p>Pemilihan metode kontrasepsi merupakan hal penting bagi calon pengguna alat kontrasepsi. Tujuan penggunaan kontrasepsi terutama untuk menjarangkan atau membatasi kehamilan. Kepadatan penduduk merupakan masalah yang penting bagi negara berkembang. Sumber data yang dirilis <em>oleh Population Division, Department of Economics and Social Problems, United Nations</em>, diperkirakan jumlah penduduk dunia pada tahun 2030 akan mencapai 8,5 miliar jiwa. Kepadatan penduduk yang tidak segera mendapatkan penanganan, akan menyebabkan terjadinya ledakan jumlah penduduk yang pada akhirnya mengakibatkan beberapa kemungkinan permasalah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemilihan metode kontrasepsi yang tepat melalui pemberian edukasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi dan diskusi. Sasaran kegiatan ini adalah 30 wanita usia subur di Posyandu Cisarua Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah peningkatan <em>pre test</em> dari 63.46% peserta yang menjawab dengan benar menjadi 84.35 % peserta yang menjawab dengan benar saat <em>post test</em>. Keberhasilan tersebut mencerminkan adanya perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi diberikan.</p>Terza Aflika Happy, Linda Septiani, Maria Mater Dirinae Graciae Kota, Khansa Rahmadhiyaul Aulia, Tegar Laksmono Rosulli, Andohar Pindo Osmarcello Saragih, Davina Nathania Putri , Talitha Riqueza Ihram, Haidar Aleef Dryaryandra Devaghifari, Sherly Fiorentina, Najmarinu Amanda Putri Soelistyono, Kezia Ami Karunia Pandiangan, Aura Melanisa Prameswari
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3936Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000PENYULUHAN TUBERKULOSIS PADA WORLD TB DAY UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DI RS WISMA RINI
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3942
<p>Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting karena penularannya mudah terjadi, membutuhkan pengobatan jangka panjang, dan sering disertai stigma sosial. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai gejala, cara penularan, pencegahan, etika batuk, pentingnya pemeriksaan dini, serta kepatuhan pengobatan dapat menghambat upaya pengendalian tuberkulosis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai tuberkulosis melalui penyuluhan kesehatan dalam rangka <em>World</em> <em>TB</em> <em>Day</em> di RS Wisma Rini. Metode kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, penyusunan materi edukasi, pembuatan media berupa <em>leaflet</em> dan <em>poster</em>, pelaksanaan penyuluhan interaktif, diskusi, serta evaluasi pengetahuan menggunakan <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>. Sasaran kegiatan meliputi pasien, keluarga pasien, pengunjung rawat jalan, dan tenaga pendukung kesehatan. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rerata nilai pengetahuan dari 58,3 pada pretest menjadi 82,7 pada posttest. Jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 3 orang (10,0%) sebelum penyuluhan menjadi 22 orang (73,3%) setelah penyuluhan. Selain itu, kegiatan menghasilkan media edukasi berupa leaflet dan poster TB yang diserahkan kepada RS Wisma Rini untuk mendukung edukasi kesehatan berkelanjutan. Penyuluhan tuberkulosis berbasis edukasi interaktif dan media sederhana dapat menjadi strategi promosi kesehatan yang mudah diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan.</p>Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto, R. Dicky Wirawan Listiandoko, Nisa Karima, Jeffri Sofian Leksana, Adityo Wibowo, Laisa Azka, Gatot Sudiro Hendarto, Adhari Ajipurnomo, M. Chairul Syah, Caroline Tombokan
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3942Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Akses Informasi Kesehatan bagi Masyarakat
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3947
<p>Perkembangan teknologi <em>Artificial Intelligence</em> (AI) telah menghadirkan inovasi baru dalam penyediaan informasi kesehatan yang lebih cepat, praktis, dan mudah diakses oleh masyarakat. Namun, kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam memperoleh informasi kesehatan yang akurat dan terpercaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital serta kemampuan jamaah majlis taklim Al Inabah, Lampung Selatan dalam menggunakan teknologi AI sebagai media pencarian informasi kesehatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode edukasi berupa penyampaian materi, demonstrasi penggunaan aplikasi AI, dan praktik langsung pemanfaatan chatbot berbasis AI untuk mencari informasi kesehatan sehari-hari. Materi yang diberikan mencakup pengenalan konsep AI, pemanfaatannya dalam bidang kesehatan, serta pentingnya verifikasi informasi guna mencegah penyebaran hoaks kesehatan di lingkungan masyarakat. Evaluasi dilakukan melalui <em>pre-test, post-test</em>, dan observasi selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta menjadi 88 % dalam memanfaatkan AI sebagai sumber informasi kesehatan yang cepat dan mudah diakses. Program pelatihan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang efektif dalam memperluas akses informasi kesehatan berbasis teknologi di masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Artificial Intelligence</em>, informasi kesehatan, literasi digital, edukasi kesehatan.</p> <p> </p>mohamad idris, linda septiani, Angga Wijaya
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3947Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000SOSIALISASI ANTI-BULLYING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL ANAK USIA SEKOLAH DI SD NEGERI PEMANGGILAN, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3798
<p>Perundungan merupakan permasalahan sosial yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dasar dan dapat<br />berdampak negatif terhadap kesehatan mental, perkembangan psikologis, sosial, serta proses belajar peserta didik.<br />Kurangnya pemahaman mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan<br />menyikapinya menyebabkan perilaku bullying kerap dianggap sebagai hal yang wajar dalam interaksi sehari-hari.<br />Kondisi tersebut juga berpotensi terjadi di SD Negeri Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan,<br />sehingga diperlukan upaya pencegahan yang bersifat edukatif dan preventif sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada<br />masyarakat ini dilaksanakan dalam skema PKM KKN Berdampak pada 25 Siswa SD dengan rentang usia 10-12 tahun,<br />serta melibatkan Tim pengabdian yang terdiri dari mahasiswa KKN dan Tim dosen Universitas Lampung. Metode<br />pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi dan edukasi anti bullying, diskusi interaktif, simulasi kasus, serta<br />permainan edukatif yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Untuk evaluasi terdapat pre<br />test dan post test. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta didik<br />mengenai perilaku bullying, menumbuhkan sikap empati dan saling menghargai, serta mendorong terciptanya<br />lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak. Luaran kegiatan ini meliputi peningkatan literasi anti bullying peserta<br />didik berdasarkan ketercapaian skor post test 80 poin, tersedianya media edukasi anti bullying di sekolah (alat<br />permainan peraga), dokumentasi kegiatan, serta laporan pelaksanaan PKM KKN Berdampak. Kegiatan ini<br />merupakan wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pencegahan permasalahan sosial.</p>Joni Putra, Sri Suningsih, Neny Desriani, Rima Yuni Saputri, Aryan Danil Mirza. BR, Friyansyah, Naflah Shahirah, Dzakwa Ulunatiari Ramadani, Alfi Mufid
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3798Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000EDUKASI WASPADA DAN CIRI-CIRI TUBERKULOSIS (TBC) PADA MASYARAKAT PEKON SINAR JAWA, KECAMATAN AIR NANINGAN, KABUPATE TANGGAMUS, PROVINSI LAMPUNG
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3816
<p>Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia dengan angka kejadian<br />yang tinggi. Rendahnya literasi kesehatan masyarakat serta masih adanya stigma terhadap penderita TBC menjadi<br />faktor yang berkontribusi terhadap keterlambatan deteksi dan pengobatan. Kondisi tersebut juga ditemukan pada<br />masyarakat Pekon Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, yang memerlukan penguatan<br />pengetahuan mengenai gejala, penularan, dan pencegahan TBC. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan<br />meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan masyarakat terhadap TBC melalui edukasi kesehatan. Metode yang<br />digunakan berupa ceramah interaktif, diskusi dua arah, sesi tanya jawab, pemberdayaan kader kesehatan, serta<br />penggunaan media poster sebagai sarana edukasi. Kegiatan diikuti oleh 35 peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan<br />kuesioner skala Likert lima poin untuk menilai pemahaman peserta terhadap materi, kejelasan penyampaian<br />narasumber, manfaat media edukasi, dan kesiapan menerapkan informasi yang diperoleh. Hasil evaluasi menunjukkan<br />bahwa kegiatan diterima dengan sangat baik oleh peserta dengan rerata skor keseluruhan sebesar 4,40 ± 0,66. Aspek<br />dengan skor tertinggi adalah kejelasan penyampaian materi oleh narasumber (4,54 ± 0,56), sedangkan aspek kesiapan<br />menerapkan informasi yang diperoleh memperoleh skor 4,14 ± 0,78. Peserta juga menunjukkan pemahaman yang lebih<br />baik mengenai gejala utama TBC, cara penularan, etika batuk, serta pentingnya menjaga ventilasi dan pencahayaan<br />rumah sebagai upaya pencegahan penularan. Kegiatan edukasi kesehatan berbasis masyarakat dengan pendekatan<br />interaktif dan dukungan media poster terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai TBC dan<br />berpotensi mendukung upaya promotif dan preventif dalam program eliminasi TBC di Indonesia.</p>Sri Octa Handayani, Khorina Fatin Bilqis, Shellya Puti Sudesty
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3816Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000EDUKASI DAMPAK PENYALAHGUNAAN OBAT STEROID SECARA BEBAS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA DI SMAN 07 BANDAR LAMPUNG
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3823
<div><span lang="id">Remaja rentan terhadap penyalahgunaan steroid anabolik-androgenik (AAS) karena tekanan sosial, pengaruh media, dan rendahnya literasi kesehatan. Penggunaan steroid tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, seperti gangguan jantung, kerusakan hati, gangguan hormon, dan masalah psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA tentang bahaya penyalahgunaan steroid melalui kegiatan penyuluhan edukatif sebagai upaya preventif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 40 siswa SMA Negeri 07 Kota Bandar Lampung. Penyuluhan dilaksanakan pada 16 Juni 2025 dengan metode ceramah, pemutaran video edukasi, dan diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test dengan pertanyaan yang sama untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil pre-test menunjukkan tingkat pengetahuan siswa masih rendah, yaitu 62,5% kategori rendah, 25% sedang, dan 12,5% tinggi. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan yang signifikan pada post-test, dengan 87,5% siswa mencapai kategori tinggi dan 12,5% kategori sedang. Tidak ada lagi siswa yang berada pada kategori rendah. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan edukatif berbasis interaksi dan media visual efektif meningkatkan pengetahuan remaja mengenai risiko penyalahgunaan steroid. Pendekatan ini dapat dijadikan model intervensi promotif dan preventif di kalangan pelajar SMA untuk mendorong perilaku penggunaan obat yang lebih rasional dan bertanggung jawab.</span></div>Made Laksmi Meiliana, Okta Puspita, Denny Ardhianto
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3823Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000WORKSHOP PEMBUATAN TEH SIMPLISIA TANAMAN SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN KELUARGA PADA MASYARAKAT DESA SABAH BALAU, TANJUNG BINTANG, LAMPUNG SELATAN
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3825
<p>Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan yang sebagian masyarakatnya hidup dari hasil pertanian dan perkebunan. Masayarakat desa sabah balau telah dalam kehidupan sehari-hari telah terbiasa menanam tanaman berkhasiat kesehatan di pekarangan rumah namun masih kurangnya pengetahuan dalam memanfaatkan tanaman berkhasiat menjadi produk berupa teh herbal yang dapat dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan. Pembuatan the herbal simplisia tanaman berupa rimpang jahe, daun serai, daun kelor, dan daun salam dapat dibuat dengan cara merajang tanaman segar hingga berukuran kecil kemudian dijemur pada terik matahari selama 3 hingga 5 hari sampai kering. Perajangan dan pengeringan bertujuan agar the herbal yang dibuat dapat mengeluarkan sari tanaman yang lebih optimal. Simplisia yang kering dapat menjaga stabilitas the yang baik karena terhindar dari kontaminasi mikroba sehingga dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu dan menambah pengetahuan masyarakat untuk dapat memanfaatkan tanaman berkhasiat di lingkungan sekitar sehingga dapat menjadi sumber minuman kesehatan yang memberikan manfaat sebagai peningkat daya tahan dan kebugaran bagi tubuh. Dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan masyarakat antusias terhadap kegiatan yang dilakukan dan telah memahami manfaat minuman teh bagi kesehatan serta cara pembuatan dari sediaan minuman teh simplisia tanaman herbal.</p>Wahyu Alfath Firdaus, Rasmi Zakiah Oktarlina, M. Daffa Imtiyaaz, Siska Endah Tri Utami, Ananda Abdullah Zaki, Ihsanu Al Mubarok
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3825Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000SI AKSI PIONIR: SKRINING GULA DARAH, ASAM URAT, KOLESTEROL DAN EDUKASI KESEHATAN DI DESA SABAH BALAU, LAMPUNG SELATAN
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3829
<div><span lang="EN-US">Penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes melitus, hipertensi, hiperurisemia, dan dislipidemia merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan rutin menyebabkan banyak kasus tidak terdeteksi sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini melalui skrining kesehatan serta meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui edukasi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sabah Balau, Kabupaten Lampung Selatan, dengan melibatkan 22 peserta berusia 25–58 tahun. Metode yang digunakan meliputi anamnesis, pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol, serta pemberian edukasi kesehatan secara langsung berdasarkan hasil pemeriksaan. Hasil menunjukkan sebagian besar peserta dalam kondisi normal, namun ditemukan beberapa individu dengan faktor risiko, yaitu 3 orang hipertensi, serta masing-masing 1 orang dengan kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol tinggi. Edukasi yang diberikan secara personal dan interaktif mampu meningkatkan pemahaman peserta terkait kondisi kesehatannya dan pentingnya penerapan pola hidup sehat. Kesimpulannya, kombinasi skrining dan edukasi merupakan pendekatan efektif dalam upaya promotif dan preventif untuk mendeteksi dini serta mengendalikan PTM di masyarakat.</span></div>Yulianasari Pulungan, Afriyani, Ervina Damayanti, Rasmi Zakiah Oktarlina
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3829Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000INTERVENSI EDUKASI ANEMIA DAN ASUPAN GIZI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA SMA AR-RAIHAN
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3839
<p>Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama di negara berkembang. Kondisi ini disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan hilangnya zat besi saat menstruasi. Dapat diperburuk oleh pola konsumsi yang tidak seimbang, rendahnya asupan zat besi dan vitamin pendukung, serta keterbatasan literasi gizi pada remaja. Oleh karena itu, intervensi edukasi berbasis sekolah menjadi strategi penting dalam upaya promotif dan preventif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tingkat pengetahuan siswa mengenai anemia dan asupan gizi sebelum dan sesudah pemberian intervensi edukasi berbasis sekolah di SMA Ar-Raihan. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan <em>one-group pretest–posttest</em>. Sebanyak 60 siswa kelas X dan XI dilibatkan sebagai responden melalui teknik <em>total sampling</em>. Intervensi diberikan dalam bentuk ceramah interaktif, diskusi, serta penggunaan media visual selama ±60 menit. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert yang terdiri dari 15 pernyataan pada masing-masing aspek, yaitu anemia dan asupan gizi, yang diberikan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa. Pada aspek anemia, rata-rata skor meningkat dari 46,2 ± 6,8 menjadi 63,5 ± 5,4, sedangkan pada aspek asupan gizi meningkat dari 44,8 ± 7,1 menjadi 60,2 ± 6,0. Selain itu, terjadi perbaikan distribusi kategori pengetahuan, di mana proporsi kategori baik meningkat secara nyata dan kategori kurang menurun pada kedua aspek. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis sekolah efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja terkait anemia dan asupan gizi. Namun, peningkatan pengetahuan perlu diikuti dengan intervensi berkelanjutan serta dukungan lingkungan untuk mendorong perubahan perilaku yang lebih optimal dalam pencegahan anemia.</p>Khairun Nisa Berawi, Ayu Tiara Fitri, Shellya Puti Sudesty, Khorina Fatin Bilqis
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3839Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000IMPLEMENTASI EDUKASI SADARI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DI POSYANDU
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3851
<div><span lang="IN">Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada perempuan yang masih memiliki angka kejadian dan kematian yang tinggi di Indonesia. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, serta pentingnya deteksi dini menyebabkan banyak kasus ditemukan pada stadium lanjut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur mengenai deteksi dini dan pencegahan kanker payudara melalui edukasi kesehatan di Posyandu Bangau, Desa Way Hui, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet dan poster, demonstrasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah 30 wanita usia subur yang mengikuti kegiatan posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata dari 80 pada pre-test menjadi 100 pada post-test atau meningkat sebesar 25%. Selain itu, peserta mampu menjelaskan kembali langkah-langkah SADARI dengan benar dan menunjukkan sikap positif untuk menerapkan pemeriksaan payudara secara rutin setiap bulan. Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan baik, ditunjukkan oleh antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama sesi edukasi dan praktik.</span></div>Suryani Agustina Daulay, Hesti Yuningrum, Wiwi Febriani, Shifa Azzahra
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3851Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000PENYULUHAN KASIH (KASIH ASI EKSKLUSIF, MPASI, DAN IMUNISASI LENGKAP) UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN PERWATA, KECAMATAN TELUK BETUNG TIMUR
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3864
<p>Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang berlangsung sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ASI eksklusif, pemberian MPASI yang tepat, imunisasi lengkap, dan konsep 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui program penyuluhan bertema KASIH (Kasih ASI Eksklusif, MPASI, dan Imunisasi Lengkap). Metode pelaksanaan meliputi observasi dan identifikasi masalah, perencanaan kegiatan, pelaksanaan penyuluhan secara interaktif, serta evaluasi menggunakan <em>pretest </em>dan <em>posttest</em>. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor total peserta dari 157 pada <em>pretest </em>menjadi 165 pada <em>posttest</em>, dengan rata-rata skor meningkat dari 8,72 menjadi 9,16. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai pencegahan stunting, terutama terkait konsep 1000 HPK dan praktik pemberian MPASI yang tepat.</p>Afriyani Afriyani, Wahyu Alfath Firdaus, Atri Sri Ulandari, Yulianasari Pulungan, Ervina Damayanti, Dwi Aulia Ramdini, Dwi Ismayati, Aprinda Triwijiaya
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3864Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000PENYULUHAN TUBERKULOSIS DALAM RANGKA WORLD TUBERCULOSIS DAY DI RSU AZ ZAHRA LAMPUNG TENGAH
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3915
<p>Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kejadian<br />yang masih cukup tinggi serta menjadi tantangan dalam upaya pengendalian penyakit menular. Kurangnya<br />pengetahuan masyarakat mengenai mekanisme penularan, deteksi dini, dan pentingnya kepatuhan pengobatan<br />menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingginya risiko penularan dan keterlambatan penanganan TB. Kegiatan<br />pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat<br />mengenai tuberkulosis melalui kegiatan penyuluhan dalam rangka World Tuberculosis Day di RSU Az Zahra Lampung<br />Tengah. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan dan diskusi interaktif dengan sasaran kegiatan<br />meliputi pasien rawat jalan, keluarga pasien, serta tenaga kesehatan dengan jumlah peserta sebanyak 42 orang.<br />Materi yang diberikan mencakup epidemiologi tuberkulosis, faktor risiko, tanda dan gejala klinis, prosedur diagnosis,<br />tata laksana pengobatan, pentingnya kepatuhan terapi, serta upaya pencegahan penularan TB. Hasil kegiatan<br />menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang terlihat dari antusiasme peserta selama sesi diskusi dan<br />kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan terkait materi yang telah diberikan. Kegiatan penyuluhan<br />kesehatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini,<br />pencegahan penularan, dan pengobatan tuberkulosis secara teratur hingga tuntas.</p>Chicy Widya Morfi, Adityo Wibowo, Laisa Azka, Pusparini Kusumajati, Diyan Ekawati
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3915Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000EDUKASI KESEHATAN SISTEM REPRODUKSI MANUSIA DI DESA RANTAU TIJANG, KECAMATAN PUGUNG, KABUPATEN TANGGAMUS
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3920
<p>Edukasi kesehatan reproduksi berbasis masyarakat merupakan strategi penting dalam meningkatkan literasi<br />kesehatan dan mendorong perilaku reproduksi yang bertanggung jawab. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Rantau<br />Tijang dengan sasaran masyarakat dewasa, khususnya kelompok usia di atas 30 tahun yang berperan sebagai orang<br />tua dan pengambil keputusan dalam keluarga. Partisipasi peserta tergolong baik dan konsisten hingga akhir sesi.<br />Diskusi menunjukkan antusiasme tinggi, dengan fokus pada pemilihan kontrasepsi aman bagi perempuan usia >35<br />tahun, risiko kehamilan usia lanjut, keputihan, serta tanda peringatan dini kanker payudara dan serviks. Peserta juga<br />menyatakan memperoleh pemahaman sistematis mengenai fungsi fisiologis sistem reproduksi dan upaya<br />pencegahan penyakit. Tinjauan literatur mendukung efektivitas pendidikan kesehatan reproduksi dalam<br />meningkatkan pengetahuan, penggunaan kontrasepsi yang tepat, serta menurunkan perilaku seksual berisiko dan<br />kehamilan tidak diinginkan. Namun, implementasi pendidikan reproduksi di Indonesia masih bersifat parsial dan<br />belum terintegrasi optimal antara sekolah, keluarga, dan layanan kesehatan. Kegiatan ini belum menggunakan desain<br />evaluasi kuantitatif pretest-posttest sehingga dampak peningkatan pengetahuan belum terdokumentasi secara<br />numerik. Secara keseluruhan, intervensi berbasis ceramah interaktif dan diskusi kontekstual budaya menunjukkan<br />efektivitas dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Integrasi evaluasi kuantitatif direkomendasikan untuk<br />memperkuat validitas dampak program di masa mendatang.</p>Khorina Fatin Bilqis, Shellya Puti Sudesty, Sri Octa Handayani
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3920Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000EDUKASI GIZI OLAHRAGA SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG GAYA HIDUP SEHAT PADA KOMUNITAS FITNESS MULI FIT BANDAR LAMPUNG
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3926
<p>Komunitas fitness merupakan salah satu kelompok masyarakat yang aktif melakukan aktivitas fisik untuk meningkatkan<br />kebugaran dan kesehatan. Namun, manfaat olahraga yang optimal perlu didukung oleh penerapan gizi olahraga yang tepat.<br />Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai prinsip-prinsip gizi<br />olahraga sebagai upaya mendukung gaya hidup sehat pada komunitas fitness Muli Fit Bandar Lampung. Kegiatan<br />dilaksanakan dalam bentuk edukasi melalui metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Materi yang disampaikan<br />meliputi kebutuhan energi, peran zat gizi makro, pengaturan waktu makan, serta pentingnya hidrasi selama berolahraga.<br />Selain itu, kegiatan didukung dengan pemeriksaan kesehatan dasar yang menjadi sarana edukasi bagi peserta dalam<br />memahami hubungan antara status kesehatan, aktivitas fisik, dan pola makan. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan<br />antusiasme peserta yang tinggi. Edukasi gizi olahraga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta<br />dalam menerapkan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan aktivitas fisik sehingga mendukung kebugaran, kesehatan,<br />dan kualitas hidup secara berkelanjutan.</p>Ramadhana Komala, Wiwi Febriani
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3926Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000EDUKASI PENCEGAHAN BULLYING DI PONDOK PESANTREN TAHFIZUL QUR'AN AL-QUDS KOTA BANDAR LAMPUNG
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3935
<p>Bullying atau perundungan merupakan salah satu masalah krusial dalam lingkungan Pendidikan berbasis asrama, termasuk pesantren. Bullying akan menimbulkan dampak yang sangat merugikan, tidak hanya bagi korban tetapi juga bagi pelakunya. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Tahfizul Qur'an Al-Quds Kota Bandar Lampung melalui penyuluhan dan diskusi. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah diharapkan dapat menambah pengetahuan terhadap bahaya perbuatan bullying dan mencegah agar tidak terjadi bullying di lingkungan Pondok Pesantren. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi dan diskusi. Khalayak sasaran yang cukup strategis dalam kegiatan ini adalah 20 santri. Materi edukasi yang diberikan mencakup tentang jenis-jenis dan dampak bullying. Diskusi dilakukan setelah pemberian materi selesai dilaksanakan. Edukasi yang dilakukan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentang dampak yang tidak diinginkan dari tindakan bullying.</p>Septia Eva Lusina Lusina, Suryadi Islami, Linda Septiani, Terza Aflika Happy
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3935Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000EDUKASI VAKSINASI KANKER SERVIKS DALAM UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI VAKSINASI HUMAN PAPILLOMAVIRUS (HPV) DI SDIT PERMATA BUNDA II BANDAR LAMPUNG
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3937
<p>Kanker serviks saat ini menempati peringkat ke dua dalam daftar jenis kanker yang paling umum ditemukan pada perempuan di Indonesia. Selain itu, kanker serviks juga menempati peringkat ke dua dalam daftar kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan. Untuk mempercepat eliminasi kanker serviks, salah satu sasaran dari strategi global adalah pada tahun 2030 dilakukan vaksinasi pada 90% anak perempuan hingga mencapai vaksinasi penuh dengan vaksin HPV pada usia 15 tahun. Namun, pada tahun 2020, disayangkan bahwa kurang dari 1 dari 10 anak perempuan dalam kelompok usia target telah menerima dosis terakhir vaksinasi HPV sebagai upaya pencegahan primer. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa, guru, dan orang tua/wali murid akan pentingnya vaksinasi HPV dalam mencegah terjadinya kanker serviks. Kegiatan dilakukan melalui metode ceramah, memperlihatkan gambar, dan melakukan diskusi interaktif. Peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan dievaluasi menggunakan <em>pretest </em>dan <em>posttest</em>. Penyuluhan mengenai vaksinasi HPV dilaksanakan pada 24 Oktober 2025 di Permata Bunda II Bandar Lampung. Kegiatan diikuti oleh 102 orang peserta, yaitu 73 siswi kelas 5 dan 6 serta 6 guru wali kelas secara luring, dan 23 orang tua/wali murid yang bergabung secara daring. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai kanker serviks dan pentingnya pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi HPV, yang ditunjukkan dari hasi <em>Wilcoxon signed rank test </em>sebesar <0,001, yang artinya terdapat perbedaan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Hasil pengabdian ini penting dalam meningkatkan kesadaran dan keyakinan untuk diberikan vaksinasi HPV. Peningkatan pengetahuan guru ke depannya dapat memberikan edukasi ke orang tua/wali murid yang menolak anaknya untuk divaksinasi HPV. Orang tua/wali murid lebih teredukasi mengenai pentingnya vaksinasi HPV dan mengizinkan anaknya untuk divaksinasi.</p>Maya Ganda Ratna, Giska Tri Putri, Shinta Nareswari
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3937Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000PEMERIKSAAN CO ANALYZER PADA KEGIATAN CAR FREE DAY DI KOTA METRO
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3943
<p>Karbon monoksida (CO) merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau yang dapat berasal dari asap rokok, emisi kendaraan, dan pembakaran tidak sempurna. Pemeriksaan CO ekshalasi menggunakan CO analyzer dapat digunakan sebagai skrining cepat dan media edukasi risiko paparan CO di masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menggambarkan hasil pemeriksaan CO analyzer pada peserta kegiatan Car Free Day di Kota Metro serta memberikan edukasi berdasarkan kategori hasil. Metode kegiatan berupa pemeriksaan CO ekshalasi, pencatatan data peserta, penyampaian hasil, dan edukasi singkat mengenai sumber paparan CO. Data yang dilaporkan dianalisis secara deskriptif meliputi jumlah, persentase, rerata, simpang baku, median, modus, dan rentang. Jumlah peserta sebanyak 33 orang dan seluruh peserta memiliki data usia. Rerata usia peserta adalah 41,8 tahun dengan simpang baku 16,2 tahun, median 43 tahun, dan rentang 19-71 tahun. Nilai CO ekshalasi memiliki rerata 2,27 ppm, simpang baku 3,36 ppm, median 1 ppm, modus 1 ppm, dan rentang 1-16 ppm. Sebagian besar peserta berada pada kategori rendah 0-5 ppm, yaitu 30 orang (90,9%). Satu peserta berada pada kategori sedang/berisiko 6-10 ppm dan dua peserta berada pada kategori tinggi 11-20 ppm. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemeriksaan CO analyzer di ruang publik dapat menjadi sarana edukasi promotif-preventif, terutama bagi peserta dengan nilai CO di atas 5 ppm yang memerlukan konseling sumber paparan dan pemeriksaan ulang bila diperlukan.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>CO analyzer, karbon monoksida, Car Free Day, pengabdian masyarakat, Kota Metro.</p>Andreas Infianto, R. Dicky Wirawan Listiandoko, Vivi Rosaria Magdalena Sibarani, Mohammad Junus Didiek Herdato, Adhari Ajipurnomo
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3943Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000PEMBERDAYAAN PETANI KOPI MELALUI EDUKASI AKTIVITAS FISIK UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN DAN PRODUKTIVITAS KERJA
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3951
<p style="font-weight: 400;">Petani kopi merupakan kelompok pekerja sektor informal yang melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi, melibatkan gerakan berulang, pengangkatan beban, serta mempertahankan postur kerja dalam waktu yang lama. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya gangguan muskuloskeletal, kelelahan, serta penurunan produktivitas kerja apabila tidak diimbangi dengan pemahaman mengenai aktivitas fisik yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani kopi mengenai aktivitas fisik yang aman, pentingnya pemanasan dan peregangan, serta penerapan prinsip ergonomi sederhana dalam aktivitas sehari-hari. Metode pengabdian meliputi penyuluhan kesehatan menggunakan media presentasi dan leaflet, demonstrasi latihan peregangan, praktik langsung bersama peserta, serta evaluasi menggunakan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Peserta kegiatan adalah 30 orang petani kopi di Kabupaten Tanggamus. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai manfaat aktivitas fisik, teknik peregangan, dan pentingnya menjaga kesehatan selama bekerja.</p>Nur Ayu Virginia Irawati, Anisa Nuraisa Jausal, Giska Tri Putri, Anggi Setiorini, Muhammad Yogie Fadli
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3951Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000EDUKASI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI PAGUYUBAN NELAYAN JARIT BERKANTONG BANDAR LAMPUNG
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3360
<p>Edukasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada sektor perikanan merupakan aspek krusial yang sering kali terabaikan. Paguyuban Nelayan Jarit Berkantong di Bandar Lampung secara kontinu menghadapi risiko tinggi terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Hal ini diperparah oleh kondisi lingkungan yang keras, cuaca ekstrem, serta minimnya literasi tentang K3 di kalangan pekerja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan taktis para nelayan dalam menerapkan praktik kerja yang aman. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahapan utama: persiapan sosial, pelaksanaan edukasi melalui pendekatan partisipatif dan demonstrasi langsung penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta tahapan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman nelayan mengenai risiko bahaya operasional di laut dan pentingnya perlindungan diri. Pendekatan komunikasi dua arah juga terbukti efektif dalam mendorong partisipasi aktif kelompok nelayan selama program berlangsung. Walaupun demikian, keterbatasan akses terhadap penyediaan APD dan kurangnya sumber daya masih menjadi tantangan utama di lapangan. Kesimpulannya, intervensi edukasi K3 terbukti mampu meningkatkan kesadaran pekerja pesisir, namun keberlanjutannya sangat membutuhkan sinergi dan kolaborasi strategis antara pemerintah, institusi terkait, dan masyarakat lokal.</p>Rizky Aleyda Dharmesti, Adelliu Julia Agatha, Ety Apriliana, Suryadi Islami
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3360Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000PENINGKATAN KUALITAS HIDUP REMAJA YANG KECANDUAN GAME ONLINE MELALUI RESILIENSI DIRI DAN MANAJEMEN WAKTU LUANG DI KELURAHAN JATIMULYO KECAMATAN JATI AGUNG LAMPUNG SELATAN
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3777
<p>Kecanduan <em>game</em> <em>online</em> merupakan gangguan mental ditandai dengan dorongan untuk bermain <em>game</em> hingga berjam-jam bahkan hingga melupakan atau tidak memedulikan aktivitas lainnya. Penelitian di Bandar Lampung didapatkan sebagian besar remaja mengalami kecanduan <em>game online</em> dalam kategori sedang. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan informasi melalui penyuluhan kesehatan tentang bahaya kecanduan game online pada remaja di Desa Marga Agung Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan. Solusi yang ditawarkan adalah penyampaian informasi melalui penyuluhan kesehatan tentang bahaya kecanduan game online. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Desa Marga Agung Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan pada bulan Mei-September 2025. Sasaran kegiatan ini adalah remaja sebanyak 30 orang. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah tersampaikannya materi tentang bahaya kecanduan game online pada remaja. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan dilanjutkan dengan diskusi. Penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan kecanduan <em>game online</em>. Materi penyuluhan yang diberikan mencakup materi tentang pencegahan kecanduan <em>game online</em>. Diskusi dilakukan setelah pemberian materi selesai dilaksanakan. Peserta bertanya tentang materi yang belum dipahami tentang pencegahan kecanduan game online. Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentang pencegahan kecanduan <em>game online</em>.</p> <p><strong>Kata </strong><strong>k</strong><strong>unci</strong>: kecanduan game online, penyuluhan kesehatan, remaja</p>Suharmanto Suharmanto, Exsa Hadibrata, Risal Wintoko
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3777Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000 PENYULUHAN PEMANFAATAN SAYUR KUBIS MENJADI TEPUNG SAYUR DI PEKON WASPADA, KEC. SEKINCAU, LAMPUNG BARAT
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3949
<p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span lang="IN" style="font-size: 9.0pt; font-family: 'Calibri',sans-serif; color: black;">Pekon Waspada adalah desa yang terletak di Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat dengan masyarakatnya sebagian besar berprofesi sebagai petani. Jenis sayuran yang paling banyak ditanam adalah kubis. Sayuran kubis oleh petani banyak diperjualkan kepada pengepul dalam bentuk segar, namun harga jual maupun volume penjualannya terhitung masih cukup kecil. Selain itu, jika tidak laku kubis yang baru dipanen akan dibiarkan saja padahal sayuran kubis memiliki umur simpan yang pendek mengingat kandungan air yang tinggi. Oleh karenanya, kami mengadakan penyuluhan pengembangan produk berbahan dasar sayur kubis guna meningkatkan umur simpan dan nilai ekonomis, salah satunya adalah dengan mengolah menjadi tepung sayur melalui metode pengeringan. Adapun tahapan yang dilakukan dalam kegiatan sosialisasi terdiri dari persiapan, riset dan formulasi produk, penyuluhan pembuatan tepung sayur. Diharapkan dari kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu kader PKK dan KWT dengan memanfaatkan pengolahan tingkat lanjut kubis sebagai peluang usaha serta dari tepung sayur kubis ini dapat menjadi salah satu cara untuk memperpanjang umur simpan kubis sehingga mampu mengurangi terbuangnya kubis secara percuma. </span></p>Afriyani Afriyani, Selvi Marcellia, Dwi Aulia Ramdini, Ervina Damayanti, Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3949Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000EDUKASI BAHAYA ROKOK DAN POLUSI UDARA DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK LAMPUNG
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3750
<p>Pajanan tembakau dan polusi udara menjadi kontributor besar beban penyakit paru, sementara penerapan kebijakan<br>ruang bebas asap dan intervensi pengendalian polusi belum merata.1,2 Metode yang digunakan adalah menggabungkan<br>edukasi partisipatif, layanan berhenti merokok yang dipandu tenaga kesehatan, dan promosi praktik bersih di rumah<br>tangga (ventilasi, kompor lebih bersih). Kegiatan ini dilaksanakan di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung yang dihadiri<br>oleh tenaga medis dan masyarakat umum dengan dukungan dari IDI Provinsi untuk menyukseskan pencegahan rokok<br>dan polusi di Indonesia melalui pendekatan terpadu berbasis bukti. Hasil yang diperoleh adalah tenaga medis dan<br>masyarakat sudah memahami bagaimana manajemen pencegahan rokok dan polusi.</p>Chicy Widya Morfi, Vivi Rosaria Magdalena Sibarani, Diyan Ekawati, Laisa Aska, Achmad Gozali, Sukarti, Fransisca TY Sinaga
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3750Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000PENINGKATAN PEMAHAMAN KOMUNITAS PETANI TENTANG PENCEGAHAN INFEKSI CACINGAN DI KECAMATAN METRO UTARA KOTA METRO PROVINSI LAMPUNG
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3955
<p>Infeksi <em>soil-transmitted helminths</em> (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada komunitas petani yang memiliki risiko tinggi akibat paparan tanah, penggunaan alat pelindung diri yang belum optimal, serta sanitasi dan higiene yang kurang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani mengenai jenis, penularan, pencegahan, dan dampak infeksi STH melalui penyuluhan kesehatan di Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Provinsi Lampung. Kegiatan dilaksanakan pada 4 September 2025 dan diikuti oleh 36 petani. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan media edukasi. Efektivitas penyuluhan dievaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil uji normalitas menunjukkan data tidak terdistribusi normal sehingga analisis dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Median nilai meningkat dari 75 menjadi 80 setelah penyuluhan, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (p=0,001). Sebanyak 14 peserta mengalami peningkatan nilai, 1 peserta mengalami penurunan, dan 21 peserta tidak mengalami perubahan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan petani mengenai infeksi STH. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan rerata pengetahuan petani mengenai jenis, penularan, pencegahan, dan dampak infeksi STH melalui penyuluhan kesehatan di Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Provinsi Lampung.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci:</strong> cacingan, <em>soil transmitted helminth</em>, petani, pencegahan, penyuluhan.</p> <p> </p>Jhons Fatriyadi Suwandi, Fitria Saftarina, Reni Zuraida, Hanna Mutiara, Indri Windarti
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3955Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000PUT AWAY UNHEALTHY SCREEN EXPOSURE (PAUSE): EDUKASI PEMBATASAN PAPARAN LAYAR BERLEBIHAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN FISIK DAN MENTAL MASYARAKAT
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3950
<p>Penggunaan perangkat elektronik pada remaja yang meningkat , diikuti dengan meningkatnya durasi <em>screen time</em>. Paparan layar yang berlebihan berhubungan dengan berbagai dampak negatif, seperti meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi. Remaja yang tinggal di sekolah berasrama (<em>boarding school</em>) memiliki karakteristik lingkungan yang unik dengan tuntutan akademik, adaptasi sosial, dan pola kehidupan yang terstruktur sehingga memerlukan edukasi mengenai penggunaan perangkat digital yang sehat. Program <strong><em>PAUSE (Put Away Unhealthy Screen Exposure)</em></strong> dikembangkan sebagai media edukasi promotif untuk meningkatkan literasi kesehatan digital sekaligus mendukung kesehatan mental remaja.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai dampak paparan layar yang tidak sehat terhadap kesehatan fisik dan mental, serta mendorong penerapan perilaku penggunaan perangkat digital yang lebih bijaksana melalui implementasi program PAUSE. Kegiatan ini juga menjadi implementasi wahana pendidikan Fakultas Kedokteran Unpad dalam mendukung pembelajaran berbasis komunitas (<em>Community-Based Medical Education</em>). Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukasi partisipatif yang melibatkan dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, penyuluhan interaktif, diskusi kelompok kecil, simulasi penerapan konsep PAUSE, dan refleksi perilaku digital. Materi edukasi mencakup hubungan <em>screen time</em> dengan kesehatan mental, kualitas tidur, aktivitas fisik, serta strategi penerapan kebiasaan digital yang sehat. Kegiatan berlangsung dengan partisipasi aktif peserta dan menunjukkan peningkatan pengetahuan mengenai dampak <em>screen exposure</em> terhadap kesehatan mental serta pentingnya pengelolaan <em>screen time</em>. Peserta mampu memahami prinsip-prinsip PAUSE, menyusun rencana perubahan perilaku penggunaan gawai, dan menunjukkan komitmen untuk menerapkan kebiasaan digital yang lebih sehat dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan mahasiswa kedokteran juga memberikan pengalaman belajar autentik dalam promosi kesehatan, komunikasi kesehatan, dan pelayanan berbasis komunitas. Program <strong><em>PAUSE </em></strong>merupakan inovasi edukasi kesehatan digital yang efektif dalam meningkatkan literasi penggunaan perangkat digital secara sehat pada remaja di lingkungan <em>boarding school</em>. Keberlanjutan program memerlukan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan institusi pendidikan kedokteran untuk membentuk budaya digital yang sehat dan mendukung kesejahteraan psikologis remaja.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> <em>screen time</em>, kesehatan mental remaja, , <em>boarding school</em>, promosi kesehatan, <em>Community-Based Medical Education</em>.</p>Fifi Veronica
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3950Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0000