EDUKASI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI PAGUYUBAN NELAYAN JARIT BERKANTONG BANDAR LAMPUNG
DOI:
https://doi.org/10.23960/jpmrj.v11i1.3360
Abstract View: 0
Abstract
Edukasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada sektor perikanan merupakan aspek krusial yang sering kali terabaikan. Paguyuban Nelayan Jarit Berkantong di Bandar Lampung secara kontinu menghadapi risiko tinggi terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Hal ini diperparah oleh kondisi lingkungan yang keras, cuaca ekstrem, serta minimnya literasi tentang K3 di kalangan pekerja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan taktis para nelayan dalam menerapkan praktik kerja yang aman. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahapan utama: persiapan sosial, pelaksanaan edukasi melalui pendekatan partisipatif dan demonstrasi langsung penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta tahapan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman nelayan mengenai risiko bahaya operasional di laut dan pentingnya perlindungan diri. Pendekatan komunikasi dua arah juga terbukti efektif dalam mendorong partisipasi aktif kelompok nelayan selama program berlangsung. Walaupun demikian, keterbatasan akses terhadap penyediaan APD dan kurangnya sumber daya masih menjadi tantangan utama di lapangan. Kesimpulannya, intervensi edukasi K3 terbukti mampu meningkatkan kesadaran pekerja pesisir, namun keberlanjutannya sangat membutuhkan sinergi dan kolaborasi strategis antara pemerintah, institusi terkait, dan masyarakat lokal.
