Eksplorasi Target Molekuler Baru untuk Terapi Tuberkolosis Berbasis Jalur Biokimia
Sri Octa Handayani
DOI:
https://doi.org/10.23960/jkunila.v10i1.pp31-38
Abstract View: 0
Abstract
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan global utama, dengan 10,8 juta kasus baru serta 1,25 juta kematian pada tahun 2023. Munculnya galur resisten obat seperti multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) dan extensively drug-resistant tuberculosis (XDR-TB) semakin mempersulit keberhasilan terapi konvensional. Oleh karena itu, pengembangan obat berbasis target molekuler yang memanfaatkan jalur biokimia esensial bakteri, namun tidak dimiliki manusia, menjadi strategi yang menjanjikan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah, menganalisis, dan mensintesis berbagai artikel ilmiah relevan mengenai eksplorasi target molekuler baru untuk terapi TB berbasis jalur biokimia. Sumber literatur diperoleh dari jurnal nasional dan internasional terindeks yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2026 melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Literatur difokuskan pada target molekuler M. tuberculosis terkait biosintesis dinding sel, metabolisme energi, dan pendekatan genomik. Hasil telaah menunjukkan empat jalur utama yang potensial, yaitu jalur shikimat sebagai regulator biosintesis senyawa aromatik esensial; biosintesis dinding sel melalui penghambatan DprE1 dan InhA; metabolisme energi melalui target ATP sintase dan sitokrom bc₁ dan aa₃; serta host-directed therapy (HDT) yang memodulasi autofagi makrofag. Pendekatan kombinasi antara terapi antibakteri dan imunomodulasi inang berpotensi mengatasi resistensi obat serta mempersingkat durasi pengobatan TB di masa depan.








