Efek Larvasida Ekstrak Daun Lidah Buaya (Aloe vera) Terhadap Larva Aedes aegypti Instar III

Shella Arivia, Betta Kurniawan, Reni Zuraida

Abstract


Kasus penyakit DBD di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pencegahan DBDdilakukan dengan pengendalian lingkungan dan kimiawi yang jika dilakukan terus-menerus dapatmenyebabkan resisten. Bahaya dapat diminimalisir dengan menggunakan larvasida alami daunLidah buaya (Aloe vera).Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas Lc50 dan Lt50 ekstrak daunLidah buaya (Aloe vera). Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Perlakuandibagi menjadi 6 kelompok uji yaitu 0% (kontrol negatif), 0,25%, 0,5%, 0,75%, 1%, dan abate 1%(kontrol positif). Penelitian menggunakan sampel 480 larva dan dibagi menjadi 20 larva untukmasing-masing kelompok dalam 200ml larutandengan berbagai konsentrasi, dan dilakukan 4 kalipengulangan. Uji yang digunakan adalah one-way anova(p<0,05) dan Post-hocBonferroni(p<0,05) serta uji probit untuk menghitung LC50 dan LT50.Hasil penelitian didapatkanrata-rata jumlah larva yang mati sebesar 31,25% pada konsentrasi 0,25%; 41,25% padakonsentrasi 0,5%; 80% pada konsentrasi 0,75%; dan 98,75% pada konsentrasi 1%. Nilai LC50adalah 2,041% di menit ke-20; 1,900% di menit ke-40; 1,685% di menit ke-60; 1,135% di menitke-120; 0,720% di menit ke-240; 0,400% di menit ke-480; 0,245% di menit ke-1440; dan0,131% di menit ke-2880. Nilai LT50 adalah 730,421 menit pada konsentrasi 0,75% dan 178,647pada konsentrasi 1%.Simpulan, konsentrasi paling efektif yaitu konsentrasi 1%.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.