Dampak Infeksi SARS-Cov-2 Terhadap Penderita Hipertensi

Haekal Alfad, Fitria Saftarina, Betta Kurniawan

Abstract


Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit pneumonia viral yang mewabah pertama kali di Wuhan, China, pada Desember 2019, yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-Cov-2). Per tanggal 19 April 2020, WHO menunjukkan penderita Covid-19 di seluruh dunia sebanyak 2.241.359 kasus positif dengan total kematian 152.551 orang. Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, per tanggal 18 April 2020 Indonesia sendiri telah mencapai 6.248 kasus positif dengan total kematian 535 orang. SARS-Cov-2 sendiri merupakan virus grup beta (β) dari subgroup coronavirus. SARS-CoV-2 menggunakan reseptor Angiotensin Converting Enzyme (ACE) 2 untuk mencapai sel target. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya fungsi ACE2 yang mengubah Angiotensin 2 menjadi Angiotensin (1-7). Produksi Angiotensin (1-7) yang terganggu dapat menyebabkan efek vasodilator yang tidak maksimal sehingga dapat memperburuk keadaan orang yang memiliki penyakit hipertensi. Pada penderita hipertensi yang mengonsumsi obat Renin-Angiotensin-Aldosterone System inhibitor juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terinfeksi virus SARS-Cov-2 karena adanya ekspresi dari ACE2. Ekspresi berlebih dari ACE2 dapat memudahkan SARS-CoV-2 untuk masuk kedalam tubuh.
Kata kunci: SARS-Cov-2, COVID-19, ACE2, Angiotensin (1-7), Hipertensi.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.