Perbedaan Epitel dan Kolagen pada Luka Bakar Derajat II Antara Pemberian Ekstrak Sel Punca Mesenkimal Tali Pusat Manusia dengan Silver Sulfadiazine pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Galur Sprague-Dawley

Ni Made Ariyuliami Savitri, Evi Kurniawaty, Efrida Warganegara

Abstract


Silver sulvadiazine merupakan standar baku emas dalam terapi topikal penyembuhan luka bakar. Saat ini telah dikembangkan terapi lain untuk membantu proses penyembuhan luka, diantaranya menggunakan ekstrak sel punca mesenkimal tali pusat manusia karena sel punca dapat mempercepat pembentukan epitel dan kolagen sehingga mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian ini menggunakan 27 ekor tikus putih jantan galur Sprague dawley yang dibagi 9 kelompok perlakuan kelompok K4, K14, dan K28 merupakan kelompok kontrol, kelompok SC4, SC14, dan SC28 merupakan kelompok yang diberikan terapi ekstrak sel punca, dan kelompok SSD4, SSD14, dan SSD28 merupakan kelompok yang diberikan terapi silver sulvadiazine. Pada hari ke-4, 14, dan 28 tikus dilakukan eutanasia untuk diambil kulitnya dan dilakukan pembuatan preparat dengan pewarnaan hematoxylin-eosin dan dilihat pembentukan epitel dan kolagennya dengan perbesaran 40x. Rata-rata skor epitelisasi hari ke-28 K28:5,33, SC:7,67,SSD28:8. Rata-rata skor kolagen hari ke-14 K14:6,67, SC14: 8,67, SSD14: 8. Rata-rata skor kolagen hari ke-28 K28:5, SC28:4, SSD28:3,67. Terdapat perbedaan bermakna ketebalan epitel pada hari ke-28 dan jumlah kolagen hari ke-14 dan 28
Kata Kunci: luka bakar, silver sulvadiazine, sel punca mesenkimal, epitel, kolagen

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.