EFEK PROTEKTIF EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI TUBULUS PROKSIMAL GINJAL TIKUS PUTIH GALUR SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI ETANOL

Yulia Dewi Asmariati, Hendri Busman, T Susantiningsih, Susianti -

Abstract


Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) merupakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Daun binahong telah terbukti mengandung senyawa kimia aktif yang bersifat antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek protektif ekstrak daun binahong terhadap gambaran histopatologi tubulus proksimal ginjal tikus putih galur Sprague Dawley selama 10 hari yang terpapar etanol. Penelitian eksperimental dengan Post Test Only Control Group Design. Jumlah sampel 25 ekor tikus putih dibagi secara acak menjadi 5 kelompok yaitu: kontrol (K1), etanol 50% 10 ml/kgBB (K2), ekstrak daun binahong 50 mg/kgBB+etanol 10 ml/kgBB (K3), ekstrak daun binahong 100 mg/kgBB+etanol 10 ml/kgBB (K4), ekstrak daun binahong 200 mg/kgBB+etanol 10 ml/kgBB (K5). Diberikan per oral telebih dahulu ekstrak daun binahong 2 jam sebelum pemberian etanol 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata pembengkakan sel pada tubulus proksimal kelompok 1: 0,2 ± 0,14; kelompok 2: 3,52 ± 0,17; kelompok 3: 2,88 ± 0,11; kelompok 4: 2,44 ± 0,22; kelompok 5: 2,00 ± 0,2.  Hasil uji Kruskal-Wallis, diperoleh nilai p=0,000. Hal ini menunjukkan bahwa paling tidak terdapat perbedaan perubahan pembengkakan sel pada tubulus proksimal ginjal antara dua kelompok.

 

Kata kunci: Daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis), efek protektif, etanol, ginjal, tikus putih, tubulus proksimal

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.