Ukuran Ekstremitas Depan dan Belakang Fetus Tikus Putih Betina (Rattus norvegicus) galur Sprague dawley Setelah Pemberian Ekstrak Umbi Rumput Teki (Cyperus Rotundus L.)

Melati Indah Jelita, Hendri Busman, Tri Umiana Soleha, Anggraeni Janar Wulan

Abstract


Salah satu tanaman yang bisa digunakan sebagai obat adalah rumput teki (Cyperus rotundus L.). Rumput teki diketahui mengandung senyawa teratogenik yang muncul apabila dikonsumsi dalam kehamilan. Efek teratogenik yang muncul dapat berupa perubahan ukuran ekstremitas depan dan belakang fetus tikus putih betina. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak umbi rumput teki (Cyperus rotundus L.) terhadap ukuran ekstremitas depan dan belakang fetus tikus putih (Rattus novergicus) galur Sprague dawley selama kehamilan. Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kontrol (K) yang diberikan akuades, kelompok perlakuan 1 (P1) yang diberikan ekstrak umbi rumput teki dengan dosis 112,5mg/200grBB, kelompok perlakuan 2 (P2) dengan dosis 225mg/200grBB, dan kelompok perlakuan 3 (P3) dengan dosis 450mg/200grBB selama hari ke-‐6 sampai hari ke-‐8 kehamilan. Rerata ekstremitas depan dan belakang yang didapatkan adalah K1=14.03, P1=13.34, P2=11.84, dan P3=11.36. Data diuji dengan uji One Way Annova dan didapatkan p value (sig.)<0,05. Kemudian, data diuji dengan uji post hoc LSD dan didapatkan adanya perbedaan rerata yang bermakna p value (sig.)<0,05 pada K-‐P1, K---P2, dan K-‐P3. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh pada pemberian ekstrak umbi rumput teki (Cyperus rotundus L.) ukuran ekstremitas depan dan belakang fetus tikus putih (Rattus novergicus) galur Sprague dawley selama kehamilan.
Kata Kunci: Ekstremitas fetus, rumput teki, teratogenik

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.