Penyakit Antraks: Ancaman untuk Petani dan Peternak

Claudia Clarasinta, Tri Umiana Soleha

Abstract


Antraks merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang popular sejak dahulu. Antraks adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh spora yang dibentuk oleh bakteri Bacillus anthracis, yang dapat menyerang semua hewan berdarah panas, termasuk manusia. Penyakit antraks pada manusia terjadi setelah paparan ke jaringan pada tubuh dari hewan terinfeksi. Pada beberapa negara, penyakit antraks jarang terjadi dan tersebar secara sporadik, terutama pada daerah endemis dengan curah hujan tinggi dan banjir. Antraks sebagai salah satu occupational hazard/ bahaya pekerjaan pada petani dan peternak serta pekerja yang mengolah bulu, wol dan tulang. Petani dan peternak dapat terjangkit antraks melalui beberapa mekanisme dan dibedakan berdasarkan jaringan yang terkena yaitu kutaneus, gastrointestinal dan inhalasi. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki angka kejadian antraks cukup tinggi dikarenakan komunitas agrikultural sebagai sektor utama mata pencaharian. Pada tahun 2010-2016 dilaporkan terdapat 172 kasus anthrax dan 97% nya terdiri atas antraks kutaneus terutama pada petani dan peternak. Antraks kutaneus memiliki gambaran khas berupa “black central eschar” pada kulit dan dapat mengakibatkan komplikasi berupa meningitis bila menyebar melalui aliran limfatik. Pengobatan dan pencegahan dari penyakit antraks perlu lebih diperhatikan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit zoonosis ini.
Kata kunci : antraks, Bacillus anthracis, zoonosis

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.