Metode Kemoterapi Terkini Berbasis Circadian Chronoteraphy Dalam Menurunkan Resistensi SeL SiHa Terhadap 5-Fluorourasil Pada Kanker Serviks

Agustina Rajendra Putri, Asep Sukohar

Abstract


Kanker serviks merupakan keganasan yang paling sering terjadi pada wanita, kira-kira dari 6,6% penderita di dunia 90% diantaranya meninggal. Bahkan di Indonesia kanker serviks masih menjadi keganasan tertinggi pada wanita. Metode kemoterapi berbasis sirkadian kronoterapi telah banyak menjadi titik terang dalam pengobatan kanker. Metode ini
menggunakan ritme sirkadian fisiologis pada tubuh manusia sebagai indikator pengaturan waktu pemberian obat, dimana metode ini dapat menjadi potensi untuk digunakan dalam pengobatan kanker serviks. Berdasarkan data yang dipublikasikan sebelumnya, 5-Fluorourasil (5-FU) bertindak sebagai anti metabolit dan telah digunakan untuk pengobatan lini kedua pada kanker serviks namun, angka kejadian resistensi tipe sel kanker terhadap 5-FU meningkat. Tulisan ini bertujuan untuk menentukan efektivitas 5-FU dengan mengatur irama sirkadian melalui metode kronoterapi untuk mengurangi resistensi sel SiHa sebagai salah satu target 5-FU dalam pengobatan kanker. Metode penelitian ini adalah dengan meninjau artikel review yang diterbitkan 5 tahun terakhir terkait dengan kata kunci 5-FU, kronoterapi sirkadian, kanker serviks dan sel SiHa. Data menunjukkan bahwa 5-FU mampu menekan proliferasi sel SiHa dengan menggunakan metode kronoterapi berbasis irama sirkadian, maka pemberian obat dapat disesuaikan pada waktu dimana katabolisme 5-FU berada pada titik terendah. Pengaturan ritme sirkadian berbasis 5-FU memiliki potensi sebagai metode pengobatan dan upaya untuk penurunan
resistensi sel pada kanker serviks. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis yang tepat dari administrasi 5-FU.
Kata kunci: Kanker serviks, kronoterapi, PER-2, sel SiHa, 5-Fluorourasil (5-FU)

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.