Pengaruh Ekstrak Nanas (Ananas comosus(L) Merr) sebagai Antihelmintik

Nurulia Astri, Asep Sukohar

Abstract


Infeksi soil-transmitted helminth merupakan masalah global di bidang kesehatan masyarakat terutama di daerah pedesaan. Infeksi cacing usus masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Negara berkembang termasuk Indonesia. Askariasis merupakan salah satu infeksi cacing yang disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides yang merupakan nematoda patogen pada usus halus yang dapat menyebabkan malnutrisi, gangguan pertumbuhan, gangguan kognitif, dan obstruksi saluran pencernaan. Untuk menegakkan diagnosis pasti harus ditemukan cacing dewasa dalam tinja atau muntahan penderita dan ditemukan telur cacing. Selain itu bisa dilakukan pemeriksaan radiologi untuk melihat adanya sindroma Loeffler dan pneumonitis eosinovili. Obat antihelmintik yang digunakan untuk mengobati infeksi ini adalah Albendazol, Mebendazol, dan Pirantel pamoat. Adanya efek samping dan harga yang mahal pada obat antihelmintik, maka perlu dilakukannya evaluasi terhadap tanaman obat sebagai alternatif obat antihelmintik. Penatalaksanaan dengan efek samping yang besar, mendorong adanya penelitian untuk membuat obat dari tanaman herbal. Salah satunya adalah penelitian mengenai efek Ekstrak Nanas (Ananas comosus(L) Merr) sebagai Antihelmintik, dipilih karena mudahnya tanaman ini ditemukan dan mengandung enzim bromelin yang termasuk dalam golongan enzim proteolitik. Beberapa penelitian menunjukkan nilai Lethal Dose 50% (LD50%) ekstrak nanas memiliki efek paling kuat untuk penghambat motilitas setelah inkubasi selama 90 menit. Sifat proteolitik ini dapat merusak lapisan kutikula pada cacing. Rusaknya lapisan kutikula tersebut berarti rusaknya selubung pelindung yang melapisi rongga dalam tubuh cacing yang pada akhirnya akan menyebabkan kematian sehingga bisa dimanfaatkan sebagai antihelmintik.
Kata Kunci: Antihelmintes, ekstrak nanas (Ananas comosus(L) Merr)

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.