Komplikasi Malaria Berat pada Infeksi Plasmodium vivax

Jhons Fatriyadi Suwandi, Martin Paskal Giovani, Ronald David Martua N

Abstract


Malaria merupakan penyakit yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh parasit protozoa genus  Plasmodium dan ditularkan pada manusia oleh gigitan nyamuk anopheles betina yang bertindak sebagai vektor malaria. Seorang wanita berusia 19 tahun datang ke UGD Rumah Sakit Jendral Ahmad Yani Metro dengan keluhan utama demam sejak 1 minggu sebelum masuk rumah sakit. Demamnya memiliki pola intermitten yang disertai menggigil. Keluarga pasien mengatakan sudah pernah dirawat di RS selama 5 hari dengan diagnosis akhir viral infection. Pasien mengaku sering naik gunung dan terakhir kali naik gunung 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 104 x/menit, pernapasan 24 x/menit, suhu 38,8oC, dan didapatkan splenomegali. Pada pemeriksaan SADT didapatkan hasil yaitu ditemukannya anemia dan Plasmodium vivax. Pada pasien dilakukan terapi berupa artesunat 2,4 mg/kgBB/12 jam, obat-obatan simtomatik, transfusi PRC dan terapi cairan berupa infus RL 2000 cc/ 24 jam. Pasien diperbolehkan pulang pada hari ke tujuh perawatan dengan obat pulang ACT oral dan obat-obatan simtomatik. Simpulan, komplikasi malaria berat dapat terjadi pada infeksi Plasmodium vivax dan pengobatan dengan menggunakan artesunat injeksi yang dilanjutkan dengan ACT oral cukup efektif.

 

Kata kunci: malaria berat, plasmodium vivax


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.