Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Bakau Hitam (Rhizophora mucronata) Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar Tikus Putih (Rattus norvegicus

Rizki Hanriko, Alif Fernanda Putra, Nisa Karima

Abstract


Dewasa ini, produk pangan yang beredar di pasaran banyak yang menggunakan bahan tambahan pangan (BTP). Namun, penggunaan BTP sering terjadi penyalahgunaan seperti methanyl yellow. Methanyl yellow dapat merusak jaringan tubuh seperti ginjal, otak, dan hepar. Untuk menghadapi kerusakan yang ditimbulkan oleh methanyl yellow, diperlukan suatu senyawa antioksidan seperti buah bakau hitam (Rhizophora mucronata). Dari uraian di atas, peneliti ingin mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah bakau hitam (Rhizophora mucronata) terhadap gambaran histopatologi hepar tikus putih yang diinduksi methanyl yellow. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan 20 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) dibagi menjadi 5 kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 4 ekor tikus. Kelompok penelitian antara lain: K1: hanya akuades; K2: methanyl yellow 3000 mg/kgBB; P1: ekstrak buah bakau hitam 3,75 mg/kgBB + methanyl yellow 3000 mg/kgBB; P2: ekstrak buah bakau hitam 7,5 mg/kgBB + methanyl yellow 3000 mg/kgBB; P3: ekstrak buah bakau hitam 15 mg/kgBB + methanyl yellow 3000 mg/kgBB. Uji analisis yang digunakan adalah methanyl yellow dengan Post-hoc LSD. Hasil yang didapatkan berupa terdapat pengaruh pemberian ekstrak buah bakau hitam (Rhizophora mucronata) terhadap gambaran histopatologi hepar tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi methanyl yellow berupa penurunan rerata kerusakan sel hepar dibandingkan kelompok kontrol positif dengan dosis 3,75-15 mg/kgBB selama 30 hari
Kata Kunci: ekstrak buah bakau hitam, histopatologi hepar, methanyl yellow

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

View My Stats

Statistics Counter since 23 November 2019

 Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.