Penggunaan Magnesium Sulfat Sebagai Tata Laksana Asma Eksaserbasi Berat
Adityo Wibowo
DOI:
https://doi.org/10.23960/jkunila.v10i1.pp135-140
Abstract View: 0
Abstract
Eksaserbasi asma merupakan kondisi kegawatan respirasi yang ditandai oleh peningkatan inflamasi saluran napas, bronkokonstriksi, edema mukosa, dan hipersekresi mukus sehingga menyebabkan perburukan obstruksi aliran udara. Pada sebagian pasien yang tidak responsif terhadap terapi lini pertama (bronkodilator kerja cepat, kortikosteroid sistemik, oksigenasi, dan antikolinergik inhalasi), diperlukan terapi adjuvan untuk memperbaiki obstruksi saluran napas dan mencegah perburukan lebih lanjut. Magnesium sulfat intravena direkomendasikan pada Global Initiative for Asthma (GINA) 2026 sebagai terapi tambahan pada eksaserbasi asma derajat berat atau refrakter pasca terapi lini pertama. Magnesium berperan sebagai penghambat kontraksi otot polos bronkus dan memiliki efek modulasi inflamasi pada kondisi eksaserbasi asma. Penggunaan magnesium sulfat intravena sebagai terapi adjuvan yang efektif pada eksaserbasi asma derajat berat harus memperhatikan beberapa kondisi yang meliputi dosis, profil keamanan, efek samping, dan pemantauan pasca administrasi obat.








