Hubungan Faktor Keturunan, Aktivitas Jarak Dekat, dan Aktivitas di Luar Ruangan dengan Kejadian Miopia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Angkatan 2014

Nofia Dian Ardiani Sukamto, Rani Himayani, Mukhlis Imanto, M. Yusran

Abstract


Pendahuluan: Miopia merupakan kelainan refraksi yang prevalensinya semakin meningkat dalam 50 tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor keturunan, aktivitas jarak dekat, dan aktivitas di luar ruangan dengan kejadian miopia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung angkatan 2014.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan metode cross sectional. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 70 responden. Pemilihan subjek menggunakan teknik consecutive sampling. Pemeriksaan dilakukan dengan snellen chart, autorefraktometer, dan trial lens lalu dilanjutkan dengan pengisian kuesioner. Uji hipotesis yang digunakan adalah chi square.
Hasil: Responden yang memiliki faktor keturunan yaitu sebesar 67,1% dan yang tidak memiliki faktor keturunan yaitu 32,9%. Didapatkan 32,9% responden memiliki aktivitas jarak dekat <5 jam dan 67,1% responden dengan aktivitas jarak dekat >5 jam per hari. Dan responden yang memiliki aktivitas di luar ruangan <3 jam yaitu 52,9% responden dan yang >3 jam sebesar 47,1% responden. Hasil uji hubungan faktor keturunan dengan miopia didapatkan p value 0,002, aktivitas jarak dekat dengan miopia didapatkan p value 0,006, dan aktivitas di luar ruangan dengan miopia didapatkan p value 0,018.
Simpulan: Terdapat hubungan antara faktor keturunan, aktivitas jarak dekat, dan aktivitas di luar ruangan dengan kejadian miopia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung angkatan 2014.
Kata kunci: Aktivitas di luar ruangan, Aktivitas jarak dekat, Faktor keturunan, Miopia.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.