Pengaruh Penggunaan Metode Kontrasepsi Suntikan DMPA Terhadap Fungsi Seksual Wanita Usia Subur di Kota Bandar Lampung

Fistana Bella Valani, Sutyarso Sutyarso, Soraya Rahmanisa

Abstract


Latar Belakang: Berdasarkan data BKKBN Provinsi Lampung tahun 2013 hampir separuh dari wanita usia subur akseptor KB menggunakan metode kontrasepsi suntikan (48,56%), pil (26,6%), implant (9,23%), IUD (7,75%), kondom (6,09%), MOW (1,52%), dan MOP (0,25%). Jumlah penggunaan KB suntik tersebut menunjukkan peningkatan jika dibandingkan pada tahun 2008 sebesar 40,35%. Selama ini penelitian mengenai permasalahan fungsi seksual di Indonesia juga masih relatif sedikit dan belum ada penelitian yang mengkaji secara mendalam mengenai pengaruh penggunaan kontrasepsi suntikan DMPA terhadap fungsi seksual wanita. Metode: Observasional dengan pendekatan studi cross-sectional. Analisis data menggunakan analisis bivariat chi-square dan koefisien kontingensi. Hasil: Fungsi seksual pada wanita yang menggunakan kontrasepsi suntikan DMPA mengalami penurunan dibandingkan wanita yang menggunakan kontrasepsi non-DMPA. Nilai rata-rata skor fungsi seksual pada kelompok DMPA yaitu 24,29 sedangkan pada k,elompok non-DMPA yaitu 27,51. Terdapat pengaruh signifikan pada penggunaan kontrasepsi suntikan DMPA terhadap fungsi seksual wanita usia subur di Kota Bandar Lampung (p=0,003). Faktor sosiodemografi lainnya yang juga mempengaruhi fungsi seksual wanita yaitu usia dengan nilai p=0,001 (p<0,05) dan indeks massa tubuh (IMT) dengan nilai p=0,003 (p<0,05).Simpulan: Terdapat pengaruh penggunaan metode kontrasepsi suntikan DMPA terhadap fungsi seksual wanita usia subur di Kota Bandar Lampung.
Kata Kunci: DMPA, non-DMPA, skor fungsi seksual, domain fungsi seksual

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.