Efek Kuratif Pemberian Jus Buah Naga Putih (Hylocereus undatus) terhadap Motilitas, Jumlah, dan Morfologi Spermatozoa Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Sprague dawley yang Diinduksi Siproteron Asetat

Restiko Maleo Fibullah, Sutyarso Sutyarso, Hendri Busman, Soraya Rahmanisa

Abstract


Infertilitas adalah penyakit sistem reproduksi sebagai kegagalan mencapai kehamilan klinis setelah 12 bulan atau lebih dari hubungan seksual tanpa kondom biasa. Infertilitas terjadi lebih dari 20% pada populasi di indonesia, dan dari kasus tersebut terdapat 40% pada wanita, 40% pada pria dan 20% pada keduanya dan ini yang menyebabkan pasangan suami istri tidak mendapat keturunan. Oleh karena itu, dengan tingginya tingkat kemungkinan terjadinya infertilitas pada pria, perlu dicari obat antifertilitas yang aman dan dapat memperbaiki kualitas sperma. Salah satu alternatif adalah dengan menggunakan suplemen jus buah naga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian suplemen jus buah naga putih terhadap motilitas, jumlah, dan morfologi spermatozoa tikus jantan yang diinduksi siproteron asetat. Penelitian ini menggunakan 24 tikus yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok pertama digunakan sebagai kelompok kontrol, kelompok kedua diberikan jus buah naga putih sebanyak 1 ml selama 24 hari, kelompok ketiga diberikan induksi siproteron asetrat dengan dosis 2 mg selama 7 hari, kelompok keempat diberikan induksi siproteron asetat 2 mg selama 7 hari terlebih dahulu baru kemudian diberi suplemen jus buah naga putih sebanyak 1 ml selama 24 hari. Pengukuran motilitas, jumlah, dan morfologi spermatozoa dilakukan di hari ke-32. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jus buah naga putih dapat meningkatkan motilitas sebesar 46,9%, jumlah 16,2%, dan morfologi 5%. Simpulan, jus buah naga putih dapat meningkatkan motilitas, jumlah, dan morfologi spermatozoa.
Kata kunci: infertilitas, jus buah naga putih, siproteron asetat, spermatozoa

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.