Hubungan Postur Kerja dan Repetisi terhadap Kejadian Keluhan Muskuloskeletal pada Petani

Aldo Fatejarum, Susianti Susianti

Abstract


Indonesia merupakan salah satu negara agraris, yaitu negara yang sebagian besar penduduknya bekerja di bidang agrikultular yaitu sebagai petani. Bekerja sebagai petani dapat menimbulkan berbagai macam resiko kesehatan. Resiko kesehatan yang dapat muncul adalah penyakit pernafasan dan penyakit kulit yang disebabkan oleh terpaparnya agen infeksi seperti tanaman, serangga, pestisida dan agen infeksi lainnya. Risiko kesehatan lainnya yang dapat muncul adalah keluhan muskuloskeletal yang diakibatkan oleh kesalahan posisi kerja (ergonomi). Keluhan muskuloskeletal adalah masalah kesehatan yang melibatkan sendi, otot, tendon, kerangka, tulang rawan, ligamen dan saraf. Keluhan muskuloskeletal adalah
keluhan berupa rasa nyeri yang paling sering dialami oleh petani. Keluhan muskuloskeletal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain faktor individu, faktor lingkungan dan faktor pekerjaan. Faktor pekerjaan merupakan faktor
yang paling berpengaruh terhadap keluhan muskuloskeletal, yang termasuk faktor pekerjaan, antara lain postur kerja dan repetisi atau pengulangan. Pengukuran postur kerja dapat menggunakan metode pengukuran Rapid Entire Body Assassement (REBA). Pengukuran ini dilakukan agar mengetahui apakah terdapat kesalahan postur kerja sehingga dapat diperbaiki dengan ilmu ergonomi. Postur kerja yang salah dan dilakukan secara berulang dalam jangka waktu yang lama
akan menyebabkan terjadinya keluhan muskuloskeletal. Gejala yang sering muncul saat seseorang menderita keluhan musculoskeletal,antara lain nyeri dan bengkak pada persendian atau ruas tubuh, nyeri otot dan pergerakan sendi yang terbatas. Untuk mengukur keluhan muskuloskeletal salah satunya dapat digunakan pengukuran Nordic Body Map.
Kata kunci: ergonomic, keluhan muskuloskeletal, postur kerja, repetisi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.