P2A0 Post Partum Hemorrhagic Post Partum Et Causa Inversio Uteri, Syok Hemoragik dan Anemia Berat

Rodiani Rodiani, Susianti Susianti, Gemayangsura Gemayangsura

Abstract


Perdarahan post partum adalah perdarahan yang terjadi setelah persalinan pervaginam melebihi 500 mL atau lebih dari 1000 mL pada seksio sesaria. Perdarahan post partum dapat disebabkan berbagai faktor salah satunya adalah tissue contohnya inversio uteri yaing didefinisikan sebagai fundus uteri masuk ke kavum uteri bahkan ke liang vagina. Perdarahan post partum dapat menyebabkan syok selain itu dapat menyebabkan anemia. Ny. T,  P2A0, 26 tahun, datang dengan keluhan pendarahan dari kemaluan setelah melahirkan, nyeri perut dan kemaluan Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, keadaan umum tampak sakit berat, tekanan darah 80/40 mmHg, nadi 130x/m, pernapasan 28x/m, dan suhu 36,5oC. Kedua konjungtiva mata anemis dan tidak ikterik, KGB pada leher tidak membesar, mammae tampak simetris dan membesar, areola hiperpigmentasi, paru-paru dan jantung dalam batas normal. Pada status obstetrik didapatkan kesan abdomen cembung, FUT tidak teraba, kontraksi (-), perdarahan (+). Pada pemeriksaan inspekulo didapatkan massa di liang vagina, fluor (-), fluksus (+), darah tidak aktif. Pemeriksaan penunjang didapatkan Hb: 4.1 g/dl, leukosit: 25.500/mm3, Ht 12%, trombosit: 205.000 /mm3. Diagnosis pasien ini P2A0post partum spontan dengan HPP  ec inversio uteri  dengan syok hemoragik dan anemia berat.Penatalaksanaan, yaitu  observasi  tanda vital ibu dan pendarahan, O2 10L/menit, resusitasi cairan  IVFD 2 line RL 20 tetes per menit, drip 20 IU oxytocin dalam 500cc RL 20 tetes per menit Ceftriaxone 1 gr/ 12 jam IV, asam traneksamat 500 mg/ 8 jam IV,. Pada pasien ini direncanakan tindakan reposisi manual uterus dalam narkose dan transfusi PRC sampai  Hb mencapai >8 g/dL.

 

Kata Kunci:, anemia, inversio, perdarahan post partum, uteri, syok


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.