Efek Protektif Thymoquinone Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Spraque dawley yang Diinduksi Rifampisin

Victoria Hawarima, Susianti Susianti, Syazili Mustofa

Abstract


Hepar merupakan organ terbesar pada tubuh, menyumbang sekitar 2% berat tubuh total. Kerusakan pada hepar dapat disebabkan oleh obat-obatan, salah satunya adalah rifampisin. Rifampisin merupakan salah satu obat utama untuk tuberkulosis (TB). Oleh karena itu, penggunaan obat ini tidak dapat dihindari dan digunakan dalam jangka panjang.
Rifampisin memiliki efek hepatotoksik, efek toksiknya terkait stres oksidatif dan sitokin proinflamasi. Bahan aktif dari jintan hitam, yaitu thymoquinone memiliki efek hepatoprotektif, melalui mekanisme sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek protektif thymoquinone, terhadap gambaran histopatologi hepar tikus yang diinduksi rifampisin dan untuk mengetahui adanya pengaruh peningkatan dosis thymoquinone pada efek protektif, terhadap gambaran histopatologi hepar tikus yang diinduksi rifampisin. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley yang dibagi ke dalam 5 kelompok dan diberi perlakuan selama 14 hari, yaitu K1 (kontrol negatif yang hanya diberi akuades), K2 (kontrol positif yang hanya diberi rifampisin 1 g/kgBB), P1 (perlakuan 1, yang diberi rifampisin 1 g/kgBB dan thymoquinone 5 mg/kgBB), P2 (perlakuan 2, yang diberi rifampisin 1 g/kgBB dan thymoquinone 10 mg/kgBB), dan P3 (perlakuan 3 yang diberi rifampisin 1 g/kgBB dan thymoquinone 20 mg/kgBB). Berdasarkan hasil penelitian, terdapat efek protektif thymoquinone yang dilihat dari derajat degenerasi bengkak keruh sel hepar. Selain itu, terdapat peningkatan efek hepatoprotektif dengan peningkatan dosis 5 mg/kgBB dan 10 mg/kgBB, namun tidak pada dosis 20 mg/kgBB.
Kata kunci: hepar, rifampicin, thymoquinone

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.