Optimalisasi Kapasitas Tenaga Kesehatan dalam Tata Laksana TB dan PPOK: Roadshow PDPI Lampung di Tulang Bawang Barat

Authors

  • Retno Ariza Soemarwoto
  • Apri Lyanda
  • Mohammad Junus Didiek Herdato
  • Adhari Ajipurnomo
  • Laisa Azka
  • Achmad Gozali

DOI:

https://doi.org/10.23960/jpmrj.v10i2.3753
Abstract View: 12

Abstract

Prevalensi Tuberkulosis (TB) dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) masih tinggi baik di Indonesia maupun dunia.
Kedua penyakit ini memberikan beban kesehatan yang signifikan karena tingginya angka kesakitan, keterlambatan
diagnosis, serta kurang optimalnya tata laksana di fasilitas kesehatan primer. Kondisi ini menuntut peningkatan
kapasitas tenaga kesehatan agar mampu menerapkan pedoman terbaru secara tepat. Pengabdian kepada masyarakat
melalui kegiatan roadshow ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan
mengenai strategi penatalaksanaan terkini TB dan PPOK. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah
meningkatnya pemahaman, sikap, praktik klinis, serta literasi tenaga kesehatan dalam menerapkan guideline GOLD
untuk PPOK dan pedoman nasional TB, sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan
paru. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi dan diskusi interaktif. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah
tenaga kesehatan dari puskesmas dan fasilitas kesehatan di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Materi mencakup
personalisasi terapi PPOK, stratifikasi risiko, regimen TB terbaru, serta strategi meningkatkan kepatuhan pasien. Diskusi
dilakukan setelah pemaparan materi selesai. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman peserta mengenai
tata laksana TB dan PPOK secara komprehensif.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-12-19

How to Cite

Soemarwoto, R. A., Lyanda, A., Herdato, M. J. D., Ajipurnomo, A., Azka, L., & Gozali, A. (2025). Optimalisasi Kapasitas Tenaga Kesehatan dalam Tata Laksana TB dan PPOK: Roadshow PDPI Lampung di Tulang Bawang Barat. JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai, 10(2), 79–82. https://doi.org/10.23960/jpmrj.v10i2.3753

Most read articles by the same author(s)