Edukasi dan Skrining Dini PPOK di Komunitas Perokok Dewasa untuk Menurunkan Risiko Eksaserbasi dan Keterlambatan Diagnosis
DOI:
https://doi.org/10.23960/jpmrj.v10i2.3752
Abstract View: 2
Abstract
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyebab kematian ketiga di dunia dan sekitar separuh
penderitanya belum terdiagnosis, meskipun gejala batuk kronik dan sesak sering muncul pada kelompok perokok
dewasa. Keterlambatan deteksi dan penanganan menyebabkan progresivitas obstruksi jalan napas, eksaserbasi
berulang, penurunan kualitas hidup, serta peningkatan kunjungan gawat darurat dan rawat inap. Kegiatan pengabdian
ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat berisiko tinggi mengenai faktor risiko, gejala awal, eksaserbasi
PPOK, serta tata laksana dan pencegahan progresivitas, sekaligus melakukan skrining sederhana dengan kuesioner,
pemeriksaan fisik, dan spirometri dasar
Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif menggunakan materi berbasis pedoman GOLD 2025
tentang definisi, faktor risiko (khususnya merokok dan pajanan polusi), deteksi dini, serta prinsip pencegahan
eksaserbasi (berhenti merokok, vaksinasi, kepatuhan obat inhalasi, dan kontrol infeksi saluran napas). Peserta yang
memiliki gejala respirasi kronik disertai riwayat merokok dilakukan penilaian risiko eksaserbasi, edukasi pengenalan
tanda bahaya, dan konseling tempat rujukan layanan PPOK, termasuk cara penggunaan inhaler genggam yang benar
dan target saturasi oksigen 88–92% pada PPOK eksaserbasi.
Kegiatan diharapkan menghasilkan peningkatan skor pengetahuan peserta, penemuan kasus suspek PPOK
untuk rujukan lebih lanjut, serta perubahan perilaku awal menuju berhenti merokok dan pemanfaatan layanan
kesehatan primer untuk kontrol rutin. Program ini dapat menjadi model intervensi komunitas berkelanjutan guna
menekan beban PPOK yang selama ini banyak tidak terdiagnosis dan sering datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi
eksaserbasi sedang–berat.
