Penyuluhan dan Pelatihan Brain Gym untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak Balita pada Guru-Guru TK Arraudah di Bandarlampung

Khairun Nisa, Novita Carolia, Indri Widarti, Adityo Wibowo

Abstract


Dalam perkembangan anak terdapat masa kritis yang diperlukan rangsangan atau stimulasi yang berguna agar potensi berkembang sehingga perlu mendapat perhatian. Perkembangan psikososial sangat dipengaruhi lingkungan dan interaksi antara anak dengan orangtua atau orang dewasa lainnya. Perkembangan anak akan optimal bila interaksi sosial diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangannya. Seorang anak akan dapat melakukan koordinasi gerakan tangan, kaki maupun kepala secara sadar setelah saraf-saraf maupun otot bagian organ telah berkembang secara memadai. Artinya bahwa perkembangan kognitif harus diiringi dengan kematangan fisiologis. Salah satu cara untuk meningkatkan fungsi kognitif pada balita yaitu brain gym. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi untuk memberikan pengetahuan pada khalayak sasaran dilanjutkan dengan pelatihan brain gym. Kegiatan ini bekerjasama dengan pihak pengelola dan guru-guru TK Arraudah, Bandarlampung. Evaluasi yang dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses, dan evaluasi akhir dengan menggunakan pre-test dan post-test. Berdasarkan data hasil pengamatan pre-test, diketahui 50,75% peserta mempunyai pengetahuan kurang dan 49,25% peserta telah memiliki pengetahuan yang cukup. Dari hasil posttest didapatkan 10% peserta cukup paham, 50% telah memiliki pengetahuan yang baik dan 40% sangat baik.
Simpulan, terdapat peningkatan pengetahuan tentang brain gym untuk meningkatkan kecerdasan balita.
Kata Kunci: balita, brain gym, kognitif

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.