JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM
<div id="openAccessPolicy"> <p align="justify"><strong>JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai (JPMRJ)</strong> is a peer-reviewed journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. The journal is dedicated to publishing high-quality articles on community engagement and service, with a particular focus on medical and health topics. <strong>JPMRJ</strong> welcomes submissions of original articles that contribute to the advancement of community engagement and service in the field of medicine and health. Areas of interest include but are not limited to: Community health programs, Health education and promotion, Public health interventions, Medical outreach activities, Interdisciplinary collaborations, Global health initiatives, Social determinants of health, Health equity and disparities.<br /><br />Format:<br />https://bit.ly/templatejpmrj </p> </div>FK Unilaen-USJPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai2503-2615SOSIALISASI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI PUSKESMAS CAMPANG RAYA, KELURAHAN CAMPANG JAYA, KOTA BANDAR LAMPUNG
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3662
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kesehatan Reproduksi Remaja merupakan bagian penting dari layanan Kesehatan Reproduksi Esensial. Masa remaja merupakan masa peralihan, masa peralihan ini ditandai dengan perubahan signifikan dalam aspek biologi, psikologis dan sosial. Faktor internal yang mempengaruhi adalah pengetahuan dan sikap individu itu sendiri, sementara faktor eksternal meliputi lingkungan di sekitar, seperti lingkungan keluarga, peran guru sebagai pendidik, dan interaksi dengan teman sebaya. Selain itu, sumber-sumber informasi mengenai kesehatan reproduksi juga termasuk dalam faktor eksternal yang turut berkontribusi dalam membentuk pemahaman dan perilaku remaja. Tujuan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana menjaga kesehatan reproduksi remaja dan dampak negatif dari kurang pedulinya remaja terhadap kesehatan reproduksi remaja di Puskesmas Campang Raya, Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah melakukan perancangan serta pembuatan bahan praktik untuk kegiatan pengabdian masyarakat, sekaligus menyampaikan materi terkait kesehatan reproduksi remaja dengan menggunakan metode penyuluhan sebagai pendekatan utama dalam proses pembelajaran. Hasilnya yaitu para remaja memiliki pengetahuan terkait kesehatan reproduksi remaja setelah dilakukan sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi remaja, sehingga para remaja dapat menjawab pertanyaan dengan baik setelah pemateri mengajukan pertanyaan secara lisan. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan harapan dapat membantu para remaja memahami berbagai aspek mengenai kesehatan reproduksi remaja.</span></span></p>Hendri BusmanEndang Nur CahyaniKhorina Fatin BilqisExsa Hadibrata
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-212025-12-211021610.23960/jpmrj.v10i2.3662EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) BAGI KELOMPOK PENGAJIAN SITI KHODIJAH-MASJID AL-HIDAYAH DI KELURAHAN RAJABASA RAYA BANDAR LAMPUNG
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3759
<p>Lansia dan kelompok ibu rumah tangga memiliki peran krusial dalam kesehatan keluarga, namun sering menghadapi tantangan fisik dan pengetahuan terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi PHBS kepada kelompok ibu-ibu pengajian Siti Khodijah di Masjid Al-Hidayah, Kelurahan Rajabasa, Bandar Lampung. Metode kegiatan menggunakan pendekatan penyuluhan interaktif dan tanya jawab, dengan efektivitas yang diukur melalui desain pre-test dan post-test pada 22 orang peserta. Hasil evaluasi awal (<em>pre-test</em>) menunjukkan tingkat pengetahuan peserta sebesar 86,3% (kategori Tinggi). Setelah intervensi edukasi, terjadi peningkatan skor <em>post-test</em> menjadi 90,8% (kategori Tinggi). Peningkatan ini membuktikan bahwa materi edukasi berhasil memperdalam pemahaman peserta terkait sanitasi dan kebiasaan sehat. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan interaktif efektif sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan penerapan PHBS di lingkungan rumah tangga secara berkelanjutan.</p>Maya UlfahZahara Nurfatihah ZNurul Afifah HijamiAndriansyahMuhammad Aditya Permana
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-1910271110.23960/jpmrj.v10i2.3759PENYULUHAN PENCEGAHAN SKABIES MELALUI VIDEO DAN DISKUSI INTERAKTIF PADA SANTRI PONDOK PESANTREN
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3785
<p>Skabies merupakan penyakit kulit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global. Skabies sering ditemukan di pondok pesantren karena tingginya kepadatan hunian, interaksi harian yang intens, dan kurangnya pengetahuan santri. Kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman santri dalam pencegahan skabies Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan dengan video dan diskusi interaktif yang disertai dengan evaluasi. Setelah diperoleh hasil kemudian dibandingkan nilai pre test dan post test untuk mengukur tingkat pengetahuan santri selama penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman santri mengenai penyebab, cara penularan, gejala, serta upaya pencegahan skabies sebesar 86,67%. Media video dan diskusi interaktif terbukti efektif dalam menarik perhatian dan meningkatkan partisipasi santri selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, penyuluhan pencegahan skabies melalui media tersebut dapat menjadi alternatif media edukasi kesehatan yang efektif dan mudah diterapkan di lingkungan pondok pesantren.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>skabies, penyuluhan kesehatan, video interaktif, santri, pondok pesantren</p>Linda Septianiterza aflikasuryadi islamiMohamad IdrisEmantis Rosa
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-19102121710.23960/jpmrj.v10i2.3785CEK GULA DARAH SEBAGAI UPAYA PREVENTIF DIABETES MELLITUS PADA MASYARAKAT PERKOTAAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDATON, BANDAR LAMPUNG
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3658
<div> <p><em><span lang="EN-ID">Diabetes mellitus</span></em><span lang="EN-ID"> (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya terus meningkat, khususnya pada masyarakat perkotaan di Indonesia. Deteksi dini dengan pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS) menjadi langkah penting dalam menemukan kasus-kasus baru serta memantau risiko komplikasi lebih lanjut. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan skrining GDS pada pada masyarakat perkotaan sebagai upaya preventif DM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 8 Agustus 2025 di Aula Puskesmas Kedaton, Kota Bandar Lampung, dengan sasaran kelompok Prolanis DM kategori lansia sebanyak 60 orang. Metode pelaksanaan berupa pemeriksaan GDS menggunakan glukometer pada peserta yang memenuhi kriteria, dengan pencatatan hasil pemeriksaan untuk kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan masih adanya peserta dengan kadar gula darah di atas batas normal yang berisiko mengalami DM maupun komplikasinya. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan GDS secara rutin sebagai bentuk deteksi dini dan tindak lanjut medis yang tepat. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkesinambungan sehingga upaya pencegahan dan pengendalian DM dapat berjalan lebih optimal.</span></p> </div>Bayu Anggileo PramesonaBetta KurniawanMuhammad IqbalRamadhan Triyandi
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-19102182210.23960/jpmrj.v10i2.3658PELATIHAN PEMBUATAN SPRAY ANTI NYAMUK DARI SERAI SEBAGAI SOLUSI ALAMI PENCEGAH PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3488
<p>Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan, terutama pada musim hujan, penggunaan obat nyamuk berbahan kimia dan metode fogging sering menjadi pilihan utama masyarakat, meskipun memiliki dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Serai (Cymbopogon citratus) merupakan tanaman yang memiliki potensi sebagai bahan alami pengusir nyamuk karena kandungan minyak atsirinya. Namun, pemanfaatan serai sebagai spray anti nyamuk masih belum umum di masyarakat. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pelatihan pembuatan spray anti nyamuk berbasis serai, bagi ibu-ibu rumah tangga di Dusun 6, Desa Mulang Maya. Kegiatan ini mencakup penyuluhan mengenai pencegahan DBD, bahaya penggunaan obat nyamuk kimia, serta manfaat serai sebagai bahan alami pengusir nyamuk, diikuti dengan pelatihan pembuatan spray anti nyamuk dari ekstrak serai menggunakan metode perebusan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terkait pencegahan DBD dan keterampilan dalam membuat spray anti nyamuk berbasis bahan alami. Produk yang dihasilkan dapat digunakan secara langsung oleh peserta sebagai solusi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan</p>Dwi Widya WatiApief Miftahul HudaGusektionoNur Muslima Dwi YantikaKayla AmandaMuhammad Chandra GunawanMalva AxelaAryan Danil Mirza. BRTri Joko Prasetyo
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-19102233110.23960/jpmrj.v10i2.3488KELUARGA YANG SEHAT SEBAGAI PONDASI TERBENTUKNYA GENERASI EMAS YANG BERKARAKTER DI DESA TAMAN SARI KECAMATAN PUGUNG KABUPATEN TANGGAMUS
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3683
<p>Keluarga sehat merupakan fondasi utama perkembangan anak yang berkontribusi pada terbentuknya generasi emas yang berkarakter. Tujuan: Mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis ceramah dan mengevaluasi perubahan pengetahuan serta perilaku keluarga sebelum dan sesudah intervensi (pretest–posttest). Metode: Desain quasi-eksperimental satu grup (pretest–posttest). Sampel: 60 keluarga (n = 60) dari desa taman sari, kecamatan pugung, kabupaten tanggamus. Intervensi: Sosialisasi interaktif 90 menit mengenai: indikator keluarga sehat, aktivitas fisik, gizi seimbang, mental health awareness, dan gaya pengasuhan anak. Instrumen: Kuesioner valid untuk pengetahuan terkait kesehatan keluarga dengan range skor 0–100. Analisis statistik dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan dan pemahaman konsep keluarga sehat meningkat dari 60,0 (SD 9,38) menjadi 95,0 (SD 6,50), dengan nilai p < 0,001. Kesimpulan: kegiatan sosialisasi efektif menaikkan pengetahuan dan pemahaman keluarga secara signifikan. Rekomendasi: Replikasi dengan <em>follow-up</em> jangka panjang dan pendekatan partisipatif.</p>Shellya Puti SudestySri Octa HandayaniKhorina Fatin Bilqis
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-19102323710.23960/jpmrj.v10i2.3683PEMBUATAN TANAMAN SAYURAN DENGAN SISTEM HIDROPONIK SEBAGAI SUMBER GIZI DAN PANGAN SEHAT DI KELURAHAN BANJAR SARI, KECAMATAN BARADATU, KABUPATEN WAY KANAN
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3774
<p>Kelurahan Banjar Sari, Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan yang sebagian masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani dengan komoditas pertaniannya sayur-sayuran. Masalah yang di hadapi masyarakat banjar sari saat ini adalah keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang adanya metode pertanian yang terbarukan, sehingga masyarakat hanya mengetahui teknik budidaya konvensional yang memerlukan area lahan yang luas. Sistem hidroponik memiliki kelebihan karena tidak memerlukan lahan yang luas dan mudah dalam perawatan tanaman. Sistem hidroponik memungkinkan masyarakat untuk menanam sayuran bernutrisi tinggi sehingga dapat menjadi sumber gizi dan pangan sehat bagi masyarakat. Dari masalah dan peluang sistem hidroponik maka dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dan pelatihan pembuatan tanaman sayuran secara hidropronik dengan menggunakan botol bekas. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu dan menambah pengetahuan masyarakat untuk menanam tanaman sayuran tanpa tanah dan lahan yang luas serta pentingnya konsumsi sayuran sebagai asupan gizi untuk mencegah permasalahan kesehatan. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu menambah pengetahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi sayuran dan masyarakat mampu membuat sistem tanaman hidroponik dengan memanfaatkan bahan tidak terpakai.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong><strong> </strong>Pelatihan, hidroponik, sayuran, gizi, kesehatan.</p>Afriyani AfriyaniWahyu Alfath FirdausErvina Damayanti
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-19102384210.23960/jpmrj.v10i2.3774PENINGKATAN KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS MELALUI PENYULUHAN DOTS DAN PERAN PMO DI DESA SINAR OGAN, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3761
<p>Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dengan Indonesia sebagai salah satu negara dengan beban kasus tertinggi. Upaya pengendalian TB dilakukan melalui penerapan <em>Directly Observed Treatment Short-course</em> (DOTS) dan keterlibatan Pengawas Menelan Obat (PMO) untuk meningkatkan kepatuhan pasien. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dan kader Desa Sinar Ogan, Kabupaten Lampung Selatan mengenai DOTS dan PMO. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan pemberian materi selama 34 menit, disertai evaluasi melalui <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> sebanyak lima pertanyaan. Kegiatan diikuti oleh 25 peserta, terdiri dari masyarakat umum dan kader kesehatan desa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 78,5% pada pre-test menjadi 92,9% pada post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat terkait DOTS dan PMO. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat peran masyarakat dalam mendukung eliminasi tuberkulosis di tingkat desa.</p>Anisa Nuraisa JausalFaris NovaldiShabrina Dinda ParahitaAdn MafaazatHana Azzah SulyaNur Ayu Virginia IrawatiFitra WardhanaEka Putri Rahmadhani
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-19102434710.23960/jpmrj.v10i2.3761PEMBERDAYAAN KADER MALARIA MELALUI PENYULUHAN DAN PELATIHAN SKRINING MASS BLOOD SURVEY (MBS) DAN RAPID TEST MALARIA DI KECAMATAN TELUK PANDAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS HANURA
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3772
<p>Kasus malaria di Kabupaten Pesawaran tahun 2023 mencapai 1.915 kasus, dengan Puskesmas Hanura mencatat jumlah tertinggi (1.738 kasus). Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan kapasitas kader malaria dalam deteksi dini dan edukasi masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader malaria dalam melakukan skrining menggunakan <em>Mass Blood Survey</em> (MBS) dan <em>Rapid Diagnostic Test</em> (RDT) di Kecamatan Teluk Pandan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan teknis, dan evaluasi pre–post test terhadap kader. Sebanyak 30 kader mengikuti kegiatan, menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 46,7% menjadi 93,3% (p < 0,05). Sebanyak 85% kader mampu melakukan prosedur RDT dengan benar dan 8 kader baru berhasil direkrut. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas deteksi dini malaria berbasis masyarakat.</p>Anisa Nuraisa JausalJhons Fatriyadi SuwandiBetta KurniawanMuhammad Yogie FadliRonalda Budyantara
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-19102485210.23960/jpmrj.v10i2.3772EDUKASI MENGENAI PENCEGAHAN BULLYING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN REMAJA DI SMK BINTANG NUSANTARA MARGA AGUNG LAMPUNG SELATAN
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3775
<p>Pencegahan bullying melibatkan berbagai upaya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan suportif, baik di sekolah, rumah, maupun di lingkungan sosial. Pencegahan ini mencakup pendidikan, kampanye anti-bullying, penguatan keterampilan sosial, dan kebijakan sekolah yang jelas. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa/i mengenai pencegahan <em>bullying</em> sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup remaja. Sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa/I SMK Bintang Nusantara Marga Agung Lampung Selatan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini mencakup: 1) pengukuran pengetahuan remaja tentang pencegahan <em>bullying</em>; 2) penyuluhan tentang pencegahan <em>bullying</em> untuk meningkatkan kualitas hidup remaja. Pengukuran pengetahuan siswa/I tentang pencegahan <em>bullying</em> dilakukan dua kali yaitu sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan. Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa/I tentang pencegahan <em>bullying</em>. Hasil pengukuran sebelum penyuluhan digunakan sebagai parameter pemberian materi penyuluhan. Sedangkan hasil pengukuran setelah penyuluhan digunakan untuk membandingkan dengan pengetahuan sebelumnya. Pengukuran pengetahuan dilakukan dengan cara tanya jawab antara penyuluh dan peserta serta membagikan kuesioner. Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentang pencegahan <em>bullying</em> pada siswa/I SMK Bintang Nusantara Marga Agung Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan.</p> <p>< </p> <p><strong>Kata kunci:</strong> edukasi kesehatan, pencegahan bullying, remaja.</p>suharmantoarman suharmantoM. Aditya PermanaNurul 'Afifah HijamiAndriansyah Andriansyah
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-19102636710.23960/jpmrj.v10i2.3775SOSIALISASI BANTUAN HIDUP DASAR SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN DARURAT DI MINI SOCCER BANDAR LAMPUNG
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3760
<p style="font-weight: 400;">Henti jantung mendadak dapat terjadi kapan saja, termasuk di lingkungan olahraga dengan aktivitas fisik tinggi seperti <em>mini soccer, </em>futsal dan sepak bola. Penanganan awal yang tepat melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD) sangat penting untuk meningkatkan keselamatan korban. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pegawai Mini Soccer Bandar Lampung tentang BHD melalui penyuluhan, simulasi, dan praktik resusitasi jantung paru (RJP). Metode yang digunakan meliputi edukasi, demonstrasi, diskusi partisipatif, serta evaluasi tingkat pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah sosialisasi, yang mencerminkan efektivitas kegiatan penyuluhan yang diterapkan. Edukasi tentang BHD yang terarah dapat mendukung kesiapsiagaan serta meningkatkan keamanan di lingkungan olahraga. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kompetensi pegawai dalam menghadapi kegawatdaruratan medis.</p>Nur Ayu Virginia IrawatiMuhammad Yogie FadliNur Bebi Ulfah IrawatiAnisa Nuraisa JausalAnggi SetioriniMaya Ganda RatnaGiska Tri PutriResti Ramdani
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-19102687210.23960/jpmrj.v10i2.3760 STRATEGI EDUKASI BERBASIS POSYANDU DALAM PENCEGAHAN KANKER SERVIKS PADA PEREMPUAN DI DESA HAJIMENA KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3741
<p style="font-weight: 400;">Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Rendahnya cakupan pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan vaksinasi HPV terutama disebabkan oleh kurangnya informasi, rasa malu, serta minimnya kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan perempuan tentang pencegahan kanker serviks melalui penyuluhan edukasi CERVIKA (Cegah Risiko Kanker Serviks Sejak Dini). Sasaran kegiatan adalah 21 perempuan usia produktif di Posyandu Cemara, Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan dilakukan dengan metode penyampaian materi dan diskusi interaktif mengenai risiko kanker serviks, deteksi dini IVA, serta pentingnya vaksinasi HPV. Evaluasi dilakukan melalui pre–post test menggunakan kuesioner 10 butir pilihan ganda. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan peserta dengan rerata skor meningkat dari 30,95 menjadi 50,48 setelah penyuluhan, serta seluruh peserta menunjukkan peningkatan skor pengetahuan. Dengan demikian, kegiatan edukasi CERVIKA terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta tentang pencegahan kanker serviks. Keberhasilan ini diharapkan menjadi langkah awal peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini secara teratur.</p>Nanda Fitri Wardani
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-19102737810.23960/jpmrj.v10i2.3741PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN MENTAL PADA IBU RUMAH TANGGA MELALUI PROGRAM MANAJEMEN STRES BERBASIS KOMUNITAS DI PEKON SUKAMARA KECAMATAN BULOK KABUPATEN TANGGAMUS
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3703
<p>Ibu rumah tangga merupakan kelompok yang rentan mengalami stres kronis akibat tuntutan peran domestik, tekanan ekonomi, dan keterbatasan dukungan sosial. Rendahnya literasi kesehatan mental memperburuk kemampuan mereka mengenali gejala psikologis dan menerapkan strategi koping adaptif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan mental dan keterampilan manajemen stres melalui pendekatan edukatif berbasis komunitas di Pekon Sukamara, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus. Metode yang digunakan meliputi edukasi terkait kesehatan mental dan manajemen stres, serta demonstrasi teknik relaksasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre–posttest pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi kesehatan mental dan manajemen stres dengan adanya peningkatan mean dari nilai posttest sebesar +25. Program ini menunjukkan efektivitas pendekatan berbasis komunitas dalam memperkuat kapasitas mental ibu rumah tangga dan direkomendasikan untuk dikembangkan secara berkelanjutan.</p>Sri Octa HandayaniKhorina Fatin BilqisShellya Puti Sudesty
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-19102737810.23960/jpmrj.v10i2.3703Optimalisasi Kapasitas Tenaga Kesehatan dalam Tata Laksana TB dan PPOK: Roadshow PDPI Lampung di Tulang Bawang Barat
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3753
<p>Prevalensi Tuberkulosis (TB) dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) masih tinggi baik di Indonesia maupun dunia.<br>Kedua penyakit ini memberikan beban kesehatan yang signifikan karena tingginya angka kesakitan, keterlambatan<br>diagnosis, serta kurang optimalnya tata laksana di fasilitas kesehatan primer. Kondisi ini menuntut peningkatan<br>kapasitas tenaga kesehatan agar mampu menerapkan pedoman terbaru secara tepat. Pengabdian kepada masyarakat<br>melalui kegiatan roadshow ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan<br>mengenai strategi penatalaksanaan terkini TB dan PPOK. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah<br>meningkatnya pemahaman, sikap, praktik klinis, serta literasi tenaga kesehatan dalam menerapkan guideline GOLD<br>untuk PPOK dan pedoman nasional TB, sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan<br>paru. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi dan diskusi interaktif. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah<br>tenaga kesehatan dari puskesmas dan fasilitas kesehatan di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Materi mencakup<br>personalisasi terapi PPOK, stratifikasi risiko, regimen TB terbaru, serta strategi meningkatkan kepatuhan pasien. Diskusi<br>dilakukan setelah pemaparan materi selesai. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman peserta mengenai<br>tata laksana TB dan PPOK secara komprehensif.</p>Retno Ariza SoemarwotoApri LyandaMohammad Junus Didiek HerdatoAdhari AjipurnomoLaisa AzkaAchmad Gozali
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-19102798210.23960/jpmrj.v10i2.3753 Transformasi Kesadaran Kesehatan Paru melalui Olahraga dan Edukasi Kanker Paru pada Lung Cancer Awareness Month 2025
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3755
<p>Kanker paru menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker, meskipun demikian tingkat kesadaran masyarakat mengenai faktor risiko, gejala awal, serta pentingnya deteksi dini masih rendah. 1,2 Metode yang digunakan adalah menggabungkan pendekatan edukasi komprehensif berupa penyuluhan kesehatan, sesi diskusi interaktif, serta demonstrasi cara mengenali gejala awal kanker paru. Kegiatan ini dilaksanakan di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung yang dihadiri oleh tenaga medis dan masyarakat umum. Hasil yang diperoleh adalah tenaga medis dan masyarakat sudah memahami mengenai faktor risiko, gejala awal, serta pentingnya deteksi dini.</p> <p>Kata kunci: kanker paru, pengabdian masyarakat, edukasi kesehatan.</p>Sukarti SukartiTetra Arya SaputraUlima Mazaya GhaisaniAndreas InfiantoR. Dicky Wirawan ListiandokoJeffri Sofian LeksanaFransisca TY Sinaga
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-19102838810.23960/jpmrj.v10i2.3755SENAM LANSIA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEBUGARAN TUBUH PADA LANSIA DI POSYANDU ANYELIR 2 KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3687
<p><span style="font-weight: 400;">Senam lansia adalah serangkaian gerakan tubuh yang terarah dan terencana, dirancang khusus untuk orang lanjut usia (lansia) untuk meningkatkan dan memelihara kemampuan fungsional tubuh. Kegiatan ini bertujuan menjaga kesehatan fisik dan mental melalui latihan yang ringan dan tidak terlalu berat, fokus pada kelenturan, kekuatan otot, keseimbangan, serta fungsi jantung dan pernapasan. Tujuan utama senam lansia adalah meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik dan mental para lansia, dengan fokus pada penguatan otot dan tulang, peningkatan kelenturan dan keseimbangan, menjaga kesehatan jantung dan pernapasan, serta memperbaiki fungsi kognitif dan kualitas tidur. Selain manfaat individual, senam lansia juga bertujuan meningkatkan kebugaran fungsional sehingga lansia dapat tetap aktif dan mandiri dalam aktivitas sehari-hari. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran tubuh melalui senam lansia. Sasaran dalam kegiatan ini adalah lansia di Posyandu Anyelir 2 Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 20 orang. Metode yang digunakan pada kegiatan ini mencakup pelaksanaan senam lansia. Gerakan senam lansia yang dilakukan meliputi peregangan, latihan keseimbangan, dan penguatan otot. Gerakan tersebut antara lain peregangan leher dan bahu, mengangkat lutut dan telapak kaki, berdiri dengan satu kaki. Senam lansia terbukti efektif untuk meningkatkan kebugaran tubuh lansia di Posyandu Anyelir 2 Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.</span></p>Denny ArdhiantoMade Laksmi MeilianaSyaripah UlandariDwi Ismayati
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-19102899410.23960/jpmrj.v10i2.3687EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN DI POSYANDU TERHADAP PENINGKATAN KESADARAN DAN KOMITMEN DALAM MEWUJUDKAN RUMAH BEBAS ASAP ROKOK DI KELURAHAN TANJUNG SARI
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3671
<p>Pos Pelayanan Terpadu adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat yang strategis dalam pelayanan kesehatan dasar dan promosi kesehatan di tingkat desa. Tingginya prevalensi merokok, termasuk paparan asap rokok pada anak dan remaja di rumah tangga, yang menjadi masalah kesehatan masyarakat serius, khususnya di Lampung Selatan. Posyandu memiliki potensi besar sebagai wadah promotif dan preventif untuk menekan angka perokok dan meningkatkan kesadaran bahaya merokok, serta pentingnya dukungan keluarga untuk berhenti merokok. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pelaksanaan intervensi promosi kesehatan tentang "Dukungan Keluarga untuk Berhenti Merokok" di Posyandu Melati, Desa Tanjung Sari, serta menyoroti efektivitasnya dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi keluarga untuk menciptakan rumah bebas asap rokok. Metode yang digunakan adalah observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis dengan Uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa Intervensi promosi kesehatan, yang didukung media edukatif seperti leaflet dan standing banner, terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Rata-rata nilai pre-test 9,83 meningkat menjadi 11,08 pada post-test, menunjukkan peningkatan pemahaman, terutama tentang peran keluarga dan strategi praktis dalam mewujudkan rumah bebas asap rokok.</p>TA LarastiNurul 'Afifah Hijami
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-191029510210.23960/jpmrj.v10i2.3671STRATEGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN PENDERITA HIPERTENSI MELALUI MANAJEMEN STRES DAN EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3767
<p>Nelayan memiliki risiko tinggi mengalami hipertensi akibat pola hidup tidak sehat, beban kerja fisik, serta stres psikososial. Edukasi kesehatan dan manajemen stres diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan penderita hipertensi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 11 September 2025 di Desa Sukaraja, melibatkan 30 nelayan. Metode berupa ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner 10 pertanyaan terkait hipertensi, manajemen stres, dan gaya hidup sehat. Skor diperoleh dari jumlah jawaban benar dibagi total pertanyaan dikali 100. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan setelah sesi edukasi. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 49,67% (pre-test) menjadi 82,33% (post-test), dengan peningkatan 32,67%. Peningkatan tertinggi terdapat pada teknik relaksasi (50%) dan manajemen stres (43,33%), diikuti gaya hidup sehat (40%) serta definisi (36,67%). Peningkatan terendah pada aspek dampak positif (20%) dan strategi (23,33%). Selama kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi dan pertanyaan yang diajukan. Edukasi mengenai manajemen stres dan gaya hidup sehat efektif meningkatkan pengetahuan nelayan penderita hipertensi. Intervensi berbasis komunitas ini berpotensi menjadi strategi promotif-preventif untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta direkomendasikan untuk diintegrasikan dengan layanan kesehatan primer di wilayah pesisir.</p>Betta KurniawanEvi KurniawatySusianti SusiantiHanna MutiaraNurul 'Afifah HijamiAditya Permana
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-1910210310810.23960/jpmrj.v10i2.3767PENYULUHAN CERDAS DAN BIJAK MENGGUNAKAN ANTIBIOTIK DALAM RANGKA MELINDUNGI KELUARGA DARI BAHAYA RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA KADER PKK SUKABANJAR
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3790
<p style="font-weight: 400;">Resistensi antibiotik menjadi ancaman kesehatan global hingga saat ini. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Penyebaran informasi pengetahuan ini penting guna mencegah meningkatnya angka resistansi antimikroba (AMR). Desa Sukabanjar, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, merupakan salah satu desa yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga). Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader PKK tentang penggunaan antibiotik yang tepat dan aman, serta waspada resistensi antibiotik. Pelaksanaan penyuluhan interaktif yang dikombinasikan dengan simulasi pembacaan label obat, pembuatan media edukasi berupa leaflet yang mudah dipahami, serta evaluasi <em>pre tets dan post test</em> untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Sebanyak 26 kader PKK Desa Sukabanjar mengikuti rangkaian kegiatan PkM ini dari awal hingga akhir. Terdapat peningkatan sebesar 16% dari skor pre test semula rata-rata skor 7.52 menjadi 8.72. beberapa area yang berpeluang memerlukan informasi tambahan adalah tentang jenis penyakit yang tidak memerlukan antibiotik dan mitos seputar antibiotik yang bisa menyembukan semua jenis penyakit. Hasil ini dapat menjadi masukan untuk edukasi selanjutnya yang menekankan pada konsep dasar antibiotik dan hal-hal yang salah atau mitos yang diyakini di masyarakat. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan literasi kesehatan masyarakat khususnya tentang penggunaan antibiotik dan bahaya resistensi pada kader PKK.</p>Asep SukoharDwi Aulia RamdiniZulpakor OktobaMirza JunandoEndah AmbarwatiErvina DamayantiReval HidayatAnnisa Tamara PanjaitanDhia Insyirah AntoniSilvia Sekar Ardi Nurjana
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-1910210911510.23960/jpmrj.v10i2.3790Edukasi dan Skrining Dini PPOK di Komunitas Perokok Dewasa untuk Menurunkan Risiko Eksaserbasi dan Keterlambatan Diagnosis
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3752
<p>Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyebab kematian ketiga di dunia dan sekitar separuh<br>penderitanya belum terdiagnosis, meskipun gejala batuk kronik dan sesak sering muncul pada kelompok perokok<br>dewasa. Keterlambatan deteksi dan penanganan menyebabkan progresivitas obstruksi jalan napas, eksaserbasi<br>berulang, penurunan kualitas hidup, serta peningkatan kunjungan gawat darurat dan rawat inap. Kegiatan pengabdian<br>ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat berisiko tinggi mengenai faktor risiko, gejala awal, eksaserbasi<br>PPOK, serta tata laksana dan pencegahan progresivitas, sekaligus melakukan skrining sederhana dengan kuesioner,<br>pemeriksaan fisik, dan spirometri dasar<br>Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif menggunakan materi berbasis pedoman GOLD 2025<br>tentang definisi, faktor risiko (khususnya merokok dan pajanan polusi), deteksi dini, serta prinsip pencegahan<br>eksaserbasi (berhenti merokok, vaksinasi, kepatuhan obat inhalasi, dan kontrol infeksi saluran napas). Peserta yang<br>memiliki gejala respirasi kronik disertai riwayat merokok dilakukan penilaian risiko eksaserbasi, edukasi pengenalan<br>tanda bahaya, dan konseling tempat rujukan layanan PPOK, termasuk cara penggunaan inhaler genggam yang benar<br>dan target saturasi oksigen 88–92% pada PPOK eksaserbasi.<br>Kegiatan diharapkan menghasilkan peningkatan skor pengetahuan peserta, penemuan kasus suspek PPOK<br>untuk rujukan lebih lanjut, serta perubahan perilaku awal menuju berhenti merokok dan pemanfaatan layanan<br>kesehatan primer untuk kontrol rutin. Program ini dapat menjadi model intervensi komunitas berkelanjutan guna<br>menekan beban PPOK yang selama ini banyak tidak terdiagnosis dan sering datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi<br>eksaserbasi sedang–berat.</p>Adityo WibowoRetno Ariza SoemarwotoDiyan EkawatiGigih SetiawanLucky Togihon HarjantoChicy Widya Morfi
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-1910211612010.23960/jpmrj.v10i2.3752PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN KELUARGA SEHAT MENUJU GENERASI EMAS DI DESA GADING PERTIWI, KECAMATAN PUGUNG, KABUPATEN TANGGAMUS
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3695
<p>Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam keluarga merupakan fondasi penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan fasilitas sanitasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan praktik PHBS melalui metode ceramah interaktif yang berfokus pada cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum, sanitasi dasar, dan pengelolaan lingkungan. Sasaran kegiatan adalah keluarga di desa Gading pertiwi, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus yang berjumlah 50 orang. Metode ceramah dipilih karena efektif dalam menyampaikan informasi secara langsung dan memungkinkan terjadinya diskusi dua arah. Evaluasi dilakukan melalui pre – posttest yang menunjukkan peningkatan mean nilai pengetahuan sebesar +26. Kegiatan ini yaitu edukasi terstruktur diharapkan mampu mendorong keluarga pedesaan berperilaku lebih sehat sebagai langkah menuju generasi emas.</p>Shellya Puti SudestyKhorina Fatin BilqisSri Octa Handayani
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-1910212112510.23960/jpmrj.v10i2.3695EDUKASI PENGGUNAAN DAN PENGELOLAAN OBAT (DAGUSIBU) PADA MASYARAKAT DI LAPANGAN KALPATARU, KEMILING, BANDAR LAMPUNG
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3692
<p>Pengetahuan tentang obat adalah keharusan bagi masyarakat, mengingat maraknya praktik pengobatan mandiri atau swamedikasi. Kurangnya pemahaman tentang obat berisiko menyebabkan kesalahan fatal, mulai dari cara penggunaan, penyimpanan, hingga pembuangan obat yang tidak sesuai dengan petunjuk standar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan masyarakat tentang penggunaan dan pengelolaan obat yang benar, khususnya melalui konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang). Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan senam bersama yang bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik dan mental. Peserta kegiatan yang hadir diberikan edukasi secara langsung oleh apoteker dengan metode ceramah dan menggunakan media informasi berupa <em>leaflet</em>. <em>Leafleat </em>ini memuat informasi tentang penggunaan obat menggunakan konsep DAGUSIBU. Partisipan adalah masyarakat umum yang beraktivitas di sekitar Lapangan Kalpataru. Sebanyak 30 partisipan hadir dan mengikuti kegiatan edukasi yang diberikan langsung oleh apoteker. Partisipan menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mempraktikkan cara identifikasi tanggal kedaluwarsa dan dosis dengan benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terlaksana melalui rangkaian senam dan edukasi obat menggunakan konsep DAGUSIBU. Masyarakat telah memperoleh informasi langsung mengenai praktik pengelolaan obat yang benar sesuai prinsip DAGUSIBU.</p>Dwi IsmayatiDenny ArdhiantoMade Laksmi MeilianaSyaripah UlandariYulianasari Pulungan Novita SariOkta PuspitaA. MuzammilSuwartini
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-1910212613110.23960/jpmrj.v10i2.3692MEWUJUDKAN KEHAMILAN SEHAT MELALUI EDUKASI ANTE NATAL CARE DI BANJAR AGUNG KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3786
<p>Salah satu fokus utama dalam pencapaian <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs) adalah penurunan angka kematian ibu dan bayi. Pelaksanaan pemeriksaan antenatal yang berkualitas dan dilakukan secara rutin selama masa kehamilan berperan penting dalam menentukan kondisi kesehatan ibu hamil serta bayi yang akan dilahirkan. <em>Antenatal Care</em> (ANC) merupakan program yang dirancang secara sistematis melalui kegiatan observasi, edukasi, serta pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, dengan tujuan mendukung proses kehamilan dan persalinan yang aman. Pengabdian maysrakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui penyuluhan dan diskusi. Manfaat peningkatan pengetahuan, pemahaman, atau perubahan sikap ibu hamil terhadap ANC. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi dan diskusi. Sasaran kegiatan ini adalah 20 ibu hamil di Posyandu Melati Desa Banjar Agung Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung selatan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini dalah peningkatan <em>pre test</em> dari 40% peserta yang menjawab dengan benar menjadi 90% peserta yang menjawab dengan benar saat <em>post test</em>. Keberhasilan tersebut mencerminkan adanya perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan</p>Terza Aflika HappyLinda Septiani
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-1910213213610.23960/jpmrj.v10i2.3786WORLD LUNG DAY: AKSES AWAL DAN CASE FINDING TUBERKULOSIS PARU
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3754
<p>Tuberkulosis (TB) tetap menjadi penyebab utama kematian akibat penyakit menular di dunia, sehingga deteksi dini dan active case finding (ACF) menjadi strategi kunci untuk memutus transmisi, terutama di komunitas berisiko tinggi. Pada momentum World Lung Day, Program Pendidikan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung melaksanakan kegiatan edukasi masyarakat di RSUD Ahmad Yani Metro (18 Agustus 2025). Edukasi berfokus pada pengenalan gejala TB paru, jalur diagnostik sesuai rekomendasi WHO, serta prinsip pengobatan TB Paru Sensitif Obat (TB-SO), termasuk rejimen singkat berbasis rifapentin–moksifloksasin. Metode kegiatan meliputi presentasi interaktif, diskusi, dan penggalian hambatan akses. Hasil menunjukkan tingginya antusiasme peserta terhadap deteksi dini, pemahaman alur diagnostik (gejala–rontgen dada–uji molekuler), serta minat terhadap integrasi teknologi seperti computer-aided detection (CAD) berbasis AI. Edukasi ini meningkatkan kesiapan skrining dan pengetahuan mengenai terapi TB-SO yang lebih singkat, meskipun evaluasi formal belum dilakukan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi publik terstruktur, penguatan rujukan cepat, dan potensi adopsi CAD-CXR dalam memperluas ACF komunitas.</p>Andreas InfiantoLucky Togihon HarjanthoR. Dicky WirawanVivi Rosari MagdalenaAnse Diana Valentiene MessahGAtot Sudiro HendartoPusparini Kusumajati
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-1910213714010.23960/jpmrj.v10i2.3754PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU (GDS) SEBAGAI UPAYA SKRINING DIABETES MELITUS (DM) PADA PETANI DI DESA MARGA AGUNG LAMPUNG SELATAN
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3776
<p>Diabetes menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, yang dapat dicegah dengan melakukan deteksi dini dengan pemeriksaan kadar gula darah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining awal DM pada petani sebagai upaya memberikan pemahaman tentang pencegahan DM dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat petani. Sasaran dalam kegiatan ini adalah petani di Desa Marga Agung Lampung Selatan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini mencakup pemeriksaan kadar gula darah sewaktu dan konseling pencegahan DM. Berdasarkan data hasil pengamatan pre test, diketahui bahwa sekitar 70% peserta tidak mengerti tentang pencegahan DM serta 30% telah mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai pencegahan DM. Setelah dilakukan kegiatan konseling, hasil pengamatan meningkat sebesar 75%, yaitu petani lebih memahami tentang pencegahan DM. Selain pre test dan post test, tim pengabdian juga mengadakan konseling kesehatan tentang pencegahan DM. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan konseling efektif dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran petani dalam pencegahan DM pada petani di Desa Marga Agung Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci:</strong> gula darah sewaktu, pemeriksaan, skrining DM</p>suharmantoarman suharmantoM. Aditya PermanaAndriansyah anRadho Al Kausar
Copyright (c) 2025 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-1910214114610.23960/jpmrj.v10i2.3776PEMBERDAYAAN AKSI SOSIAL MAHASISWA DALAM PENINGKATAN POTENSI TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI DESA CILAYUNG JATINANGOR JAWA BARAT
http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/JPM/article/view/3784
<p>Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman berkhasiat yang dapat ditanam dan dikelola secara mandiri di pekarangan rumah, serta memiliki fungsi kesehatan dan nilai gizi yang tinggi. Workshop Penanaman TOGA adalah aksi sosial yang dilakukan di Desa Cilayung dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangan melalui pemanfaatan TOGA. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang manfaat, urgensi, serta cara penanaman dan pengolahan tanaman obat kepada warga desa. Dengan pendekatan ini, warga diharapkan mampu memanfaatkan TOGA sebagai solusi kesehatan preventif dan sumber bahan pangan lokal yang beragam dan bernilai gizi.<br>Kegiatan ini terdiri dari dua sesi workshop. Sesi pertama mencakup edukasi mengenai jenis-jenis tanaman obat, praktik penanaman, serta permainan interaktif. Sesi kedua berfokus pada perawatan tanaman dan pengolahan hasil panen. Selain itu, dilakukan kunjungan ke rumah warga untuk memantau pertumbuhan tanaman dan memberikan pendampingan lebih lanjut. Program ini dirancang untuk mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai lahan produktif, meningkatkan kesadaran akan pentingnya TOGA, dan memperkenalkan teknik budidaya sederhana yang berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih memahami potensi TOGA dalam mendukung kesehatan keluarga dan ketahanan pangan lokal. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan, warga dapat menghasilkan sumber pangan yang sehat, mengurangi ketergantungan pada bahan pangan dari luar, serta menciptakan kemandirian dan keberlanjutan dalam memenuhi kebutuhan pangan dan kesehatan.<br>Kata Kunci: TOGA, ketahanan pangan, kesehatan keluarga, edukasi tanaman obat, keberlanjutan</p>Fifi Veronica
Copyright (c) 2026 JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
2025-12-192025-12-1910214715210.23960/jpmrj.v10i2.3784