Pencegahan Kecacingan dan Peningkatan Status Gizi Siswa Sekolah Dasar untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

Reni Zuraida, Efrida Warganegara, Dyah Wulan Sumekar, Ety Aprilliana

Abstract


Anak sekolah merupakan aset atau modal utama pembangunan di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan, dan dilindungi kesehatannya. Salah satu penyakit yang banyak diderita oleh anak-anak, khususnya usia sekolah dasar adalah penyakit infeksi kecacingan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pramono tahun 2011 pada siswa sekolah dasar Bandarlampung didapatkan prevalensi kecacingan pada siswa sebesar 26,7%. Hal ini masih tinggi jika dibandingkan dengan target pemerintah yaitu <10%. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk peningkatan pemahaman dan perilaku siswa akan kecacingan dan mengetahui cara pengukuran status gizi. Pemecahan masalah yang diterapkan pada kegiatan ini mencakup demontrasi melihat telur cacing yang ada pada tinja manusia dengan cara melihat telur cacing tersebut dari mikroskop. Pengukuran status gizi siswa secara antropometri (umur, berat badan, tinggi badan) dan mengkategorikannya (kurus, normal, gemuk, dan obesitas) sesuai standar penilaian status gizi menurut standar pertumbuhan WHO. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2015 di SDN 5 Merak Batin, Natar, Lampung Selatan. Kegiatan penyuluhan mengenai kecacingan pada jajanan anak sekolah ini diikuti oleh 160 orang siswa. Setelah mendapatkan penyuluhan tentang materi morfologi dan siklus hidup cacing, penyebab/cara penularan cacing serta akibat kecacingan, maka pengetahuan siswa-siswa SDN 5 Merak Batin sebagai kelompok berisiko menjadi meningkat. Penyuluhan yang berkelanjutan tentang morfologi dan siklus hidup cacing, penyebab/cara penularan cacing serta akibat kecacingan terus dilakukan untuk mencegah terjadinya dampak berbahaya baik kesehatan.
Kata Kunci: kecacingan, Lampung, SD, siswa.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.