Gambaran Laboratorium pada Sindroma Nefrotik

Agustyas Tjiptaningrum, Diana Aulia

Abstract


Seorang anak perempuan usia 13 tahun, datang ke IGD RSUPN Cipto Mangunkusumo dengan keluhan bengkak seluruh badan.. Tiga bulan sebelum masuk RS, terdapat bercak merah di dahi, pinggang, perut, dan kaki, bercak terasa gatal, berobat ke puskesmas diberi obat oles. Setelah dioleskan obat bercak merah bertambah merah sehingga obat dihentikan. Dua bulan sebelum masuk RS, wajah, kaki, dan tangan bengkak, BAK banyak, tidak nyeri, warna urin kadang bening kadang seperti air cucian daging, volume urin banyak, tidak ada demam, riwayat batuk pilek dan sakit tenggorokan disangkal. Pasien berobat ke puskesmas Cibinong dan mendapat obat tablet warna hijau dan amoksisilin. Setelah minum obat ada perbaikan.Dua hari sebelum masuk RS, wajah pasien bengkak, kaki dan tangan juga bengkak. Keluhan disertai mual dan muntah. Riwayat alergi anak maupun keluarga semua disangkal.Pada pemeriksaan fisik tampak sakit sedang, hipertensi dengan tekanan darah 160/100 mmHg, konjungtiva palpebrae anemis, edema pada palpebra superior, wajah, dan kedua ekstremitas, serta asites. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan proteinuria(+3), leukosituria, hematuria, uremia, peningkatan kreatinin, hipoalbuminemia, hiperkolesterolemia, anemia, leukositosis, dan trombositosis. Berdasarkan data diatas, pasien didiagnosis sebagai sindroma nefrotik dengan diagnosis banding nefritis akut. Untuk pemeriksaan lanjutan disarankan pemeriksaan protein total, protein kuantitatif urin, anti streptolisin O, anti nuclear antibody (ANA), anti dsDNA, C3 dan C4.
Kata kunci: edema, hipertensi, kreatinin, proteinuria, uremia, sindroma nefrotik

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

View My Stats

Statistics Counter since 23 November 2019

 Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.