EDUKASI VAKSINASI KANKER SERVIKS DALAM UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI VAKSINASI HUMAN PAPILLOMAVIRUS (HPV) DI SDIT PERMATA BUNDA II BANDAR LAMPUNG
DOI:
https://doi.org/10.23960/jpmrj.v11i1.3937
Abstract View: 4
Abstract
Kanker serviks saat ini menempati peringkat ke dua dalam daftar jenis kanker yang paling umum ditemukan pada perempuan di Indonesia. Selain itu, kanker serviks juga menempati peringkat ke dua dalam daftar kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan. Untuk mempercepat eliminasi kanker serviks, salah satu sasaran dari strategi global adalah pada tahun 2030 dilakukan vaksinasi pada 90% anak perempuan hingga mencapai vaksinasi penuh dengan vaksin HPV pada usia 15 tahun. Namun, pada tahun 2020, disayangkan bahwa kurang dari 1 dari 10 anak perempuan dalam kelompok usia target telah menerima dosis terakhir vaksinasi HPV sebagai upaya pencegahan primer. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa, guru, dan orang tua/wali murid akan pentingnya vaksinasi HPV dalam mencegah terjadinya kanker serviks. Kegiatan dilakukan melalui metode ceramah, memperlihatkan gambar, dan melakukan diskusi interaktif. Peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan dievaluasi menggunakan pretest dan posttest. Penyuluhan mengenai vaksinasi HPV dilaksanakan pada 24 Oktober 2025 di Permata Bunda II Bandar Lampung. Kegiatan diikuti oleh 102 orang peserta, yaitu 73 siswi kelas 5 dan 6 serta 6 guru wali kelas secara luring, dan 23 orang tua/wali murid yang bergabung secara daring. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai kanker serviks dan pentingnya pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi HPV, yang ditunjukkan dari hasi Wilcoxon signed rank test sebesar <0,001, yang artinya terdapat perbedaan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Hasil pengabdian ini penting dalam meningkatkan kesadaran dan keyakinan untuk diberikan vaksinasi HPV. Peningkatan pengetahuan guru ke depannya dapat memberikan edukasi ke orang tua/wali murid yang menolak anaknya untuk divaksinasi HPV. Orang tua/wali murid lebih teredukasi mengenai pentingnya vaksinasi HPV dan mengizinkan anaknya untuk divaksinasi.
