PERAN EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENGURANGAN ANGKA PERNIKAHAN DINI DI DESA CANDIPURO
DOI:
https://doi.org/10.23960/jpmrj.v11i1.3934
Abstract View: 0
Abstract
Stunting merupakan permasalahan gizi yang menjadi prioritas di Indonesia. Salah satu faktor tidak langsung terhadap
kejadian stunting ini Adalah pernikahan dini, yang berdampak pada rendahnya kesiapan fisik dan pengetahuan ibu
muda dalam merawat kehamilan dan tumbuh kembang anak. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan remaja di desa Candipuro mengenai kesehatan reproduksi sebagai strategi pencegahan
stunting melalui edukasi bahaya pernikahan dini. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 januari 2025 dengan
melibatkan 30 peserta. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif disertai evaluasi menggunkan pre-test
dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan yang signifikan dari 51 pada pre-test menjadi
77,43 pada post-test, dengan selisih rata-rata 26,43 (p<0,001). Berdasarkan kategorisasi, sebanyak 96,7% peserta
awalnya berada pada kategori pengetahuan kurang; setelah intervensi, seluruh peserta mengalami peningkatan
kategori dengan 63,3% mencapai kategori cukup dan 36,7% mencapai kategori baik. Kegiatan edukasi kesehatan
reproduksi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja tentang risiko pernikahan dini dan kaitannya dengan
pencegahan stunting.
