Peran Reactive Oxygen Species dalam Proses Penyembuhan Luka: Tinjauan Molekuler
Zahara Nurfatihah Z
DOI:
https://doi.org/10.23960/jkunila.v10i1.pp116-120
Abstract View: 0
Abstract
Penyembuhan luka merupakan proses biologis yang berlangsung melalui empat fase terkoordinasi yaitu hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Reactive oxygen species (ROS) dihasilkan terutama oleh enzim NADPH oxidase (NOX) yang berperan sebagai regulator molekuler pada setiap fase. Tinjauan literatur ini bertujuan merangkum bukti ilmiah terkini mengenai peran molekuler ROS dalam proses penyembuhan luka. Pada fase hemostasis, ROS yang dihasilkan trombosit melalui jalur NOX dan cyclooxygenase memperkuat aktivasi dan agregasi trombosit serta mempersiapkan lingkungan mikro. Selama fase inflamasi, neutrofil menjalankan proses respiratory burst menghasilkan ROS untuk eliminasi patogen dan mengaktivasi jalur nuclear factor kappa B (NF-κB). Pada fase proliferasi, ROS menstabilkan hypoxia-inducible factor 1-alpha (HIF-1α) untuk mendorong angiogenesis melalui vascular endothelial growth factor (VEGF) serta mengaktivasi mitogen‐activated protein kinases (MAPK) yang mendukung re-epitelisasi. Pada fase remodeling, jalur NF-E2-related factor 2 (Nrf2) berperan sebagai sistem pertahanan antioksidan utama yang mencegah degradasi extracellular matrix (ECM) secara berlebihan. Ketidakseimbangan kadar ROS pada kondisi patologis seperti diabetes melitus menyebabkan gangguan regulasi seluler yang menghambat proses penyembuhan dan berkontribusi terhadap terbentuknya luka kronis sehingga modulasi ROS melalui target spesifik seperti NOX berpotensi besar sebagai strategi terapeutik dalam penanganan luka.








