Penatalaksanaan Holistik Lansia dengan Sindrom Metabolik, GERD Berulang, dan Depresi Ringan: Laporan Kasus
Tsurayya Fathma Zahra, Dian Isti Angraini
DOI:
https://doi.org/10.23960/jkunila.v10i1.pp236-247
Abstract View: 2
Abstract
Sindrom metabolik merupakan kumpulan faktor risiko metabolik yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus tipe 2, terutama pada kelompok lanjut usia. Kondisi ini sering disertai penyakit kronis lain seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) serta gangguan psikologis berupa depresi. Penatalaksanaan komprehensif menjadi penting untuk menangani masalah kesehatan secara holistik. Studi ini merupakan laporan kasus seorang pasien perempuan berusia 65 tahun dengan keluhan nyeri ulu hati, pusing, dan pundak pegal. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien memiliki hipertensi, obesitas sentral, dislipidemia, hiperglikemia, dengan hasil penilaian Geriatric Depression Scale (GDS) menunjukkan hasil depresi ringan. Penatalaksanaan komprehensif dilakukan melalui intervensi farmakologis berupa pemberian obat amlodipin, metformin, simvastatin, dan antasida, serta pemberian terapi nonfarmakologis melalui pendekatan patient centered, family focused, dan community oriented. Hasil evaluasi menunjukkan perbaikan klinis, peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai penyakitnya dari 53% menjadi 93%, penurunan tekanan darah dari 160/95 mmHg menjadi 145/86 mmHg kadar gula darah puasa dari 228 mg/dL menjadi 120 mg/dL, dan kadar kolesterol total dari 315 mg/dL menjadi 180 mg/dL, pasien mulai rutin minum obat hipertensi dan DM, peningkatan aktivitas fisik, perbaikan pola makan dan suasana hati, serta peningkatan dukungan keluarga. Pendekatan dokter keluarga terbukti efektif menangani sindrom metabolik, GERD, dan depresi ringan.








