Hubungan Penggunaan Air Conditioner (AC) di Ruang Kelas Terhadap Kejadian Sindrom Mata Kering Pada Pelajar SMA Negeri Bandar Lampung

Amalia Widya Larasati, Rani Himayani

Abstract


Penggunaan Air Conditioner (AC) di kehidupan sehari-hari saat ini sudah menjadi kebiasaan. AC berfungsi untuk menyamankan kondisi ruangan, namun AC dapat menyebabkan rendahnya kelembaban udara dan menyebabkan terjadinya sindrom mata kering. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan AC di ruang kelas terhadap kejadian sindrom mata kering. Desain penelitian ini adalah observasi analisis dengan pendekatan potong lintang. Subjek dari penelitian adalah pelajar kelas XII SMAN 9 dan 14 Bandar Lampung. Sebanyak 60 pelajar diambil dari SMAN 9 Bandar Lampung yang memiliki kelas ber-AC, sedangkan 60 siswa diambil dari SMAN 14 Bandar Lampung yang tidak memiliki kelas ber-AC. Subjek dipilih dengan cara consecutive sampling dan diperiksa dengan tes schirmer. Selanjutnya populasi dikelompokkan menjadi mata normal dan sindrom mata kering. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Persentase pelajar di ruangan ber-AC yang mengalami mata kering adalah 61,7%. Sedangkan, pelajar yang tidak berada di ruangan ber-AC dan menderita mata kering adalah 20% (p=0,001). Terdapat hubungan antara penggunaan AC di ruang kelas terhadap kejadian sindrom mata kering.
Kata kunci: Air conditioner, kelembaban rendah, sindrom mata kering

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.