Efek Protektif Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) terhadap Gambaran Histopatologis Hepar Tikus Putih (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley yang Diinduksi Parasetamol

Komang Yuditya Yuda, Susianti Susianti, Tri Umiana Soleha

Abstract


Latar Belakang: Penyakit pada hepar paling banyak disebabkan oleh virus namun penyakit hepar akibat toksik obat tidak dapat dikesampingkan. Salah satu obat-obatan yang memiliki efek hepatotoksik adalah parasetamol. Efek toksik parasetamol terkait dengan stress oksidatif dan inflamasi. Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) memiliki efek hepatoprotektif melalui mekanisme sebagai antioksidan dan anti-inflamasi. Tujuan: Untuk mengetahui adanya efek protektif jahe merah terhadap gambaran histopatologi hepar tikus putih yang diinduksi parasetamol dan untuk mengetahui adanya pengaruh peningkatan dosis pada efek protektif jahe merah. Metode: Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan galur Sprague dawley yang dibagi dalam 5 kelompok dan diberi perlakuan selama 14 hari. K1 (hanya diberikan akuades), K2 (hanya diberikan parasetamol 750 mg/kgBB dosis tunggal per oral pada hari ke-14) serta P1, P2, dan P3(diberikan Jahe merah masing-masing 50, 100, dan 200 mg/kgBB per oral selama 14 hari dan pada hari ke-14 diberikan parasetamol 750 mg/kgBB dosis tunggal per oral). Hasil: Hasil rerata persentase luas area kerusakan hepar adalah K1: 0%, K2: 70,8%, P1: 57,28%, P2: 47,8%, dan P3: 29,52%. Pada kelompok P1, P2, dan P3 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan K2. Kesimpulan: Terdapat efek protektif jahe merah dan terdapat pengaruh peningkatan dosis pada efek protektif jahe merah terhadap gambaran histopatologi hepar yang diinduksi parasetamol.
Kata kunci: Jahe, Jahe Merah, Hepar, Parasetamol, Zingiber officinale.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.