Pengaruh Metformin Terhadap Wanita Infertilitas dengan Sindrom Polikistik Ovarium

Zihan Zetira, Rodiani Rodiani, Hanif Fakhruddin

Abstract


Polycystic Ovarian Syndrome atau PCOS adalah bentuk yang paling umum dari infertilitas anovulasi mempengaruhi 5–10% wanita usia reproduktif. PCOS memiliki gambaran klinis yang heterogen dan dapat berubah sepanjang usia, mulai dari masa remaja hingga setelah pascamenopause. Penyebab PCOS sebagian besar tidak diketahui, beberapa pendapat menyatakan terdapat beberapa bukti penularan autosomal yang berhubungan kuat dengan genetik keluarga. Terdapat bukti yang menunjukkan bahwa genetik tersebut berasal dari reseptor insulin. Pengobatan PCOS saat ini ditargetkan untuk menurunkan resistensi pada insulin, cara yang digunakan melalui diet dan olahraga sehingga dapat meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki kelainan hormon, meningkatkan frekuensi menstruasi dan ovulasi. Namun banyak penderita yang tidak menurunkan berat badan mereka dengan diet dan olahraga, sehingga resistensi insulin tetap meningkat. Terapi PCOS menggunakan agen peka insulin dapat meningkatkan sensitivitas jaringan terhadap insulin. Metformin merupakan biguanide oral insulin-sensitizing agent dapat menurunkan produksi glukosa hepatik, menurunkan glukosa diusus, glukosa perifer, serapan oleh otot dan hati. Saat ini metformin telah menjadi pengobatan yang mapan untuk wanita dengan PCOS. Terdapat penelitian tentang efek metformin pada wanita dengan PCOS menunjukkan peningkatan dalam sensitivitas insulin disertai dengan penurunan kadar insulin dan androgen. Pada wainta infertil dengan PCOS menunjukkan metformin lebih unggul dari clomiphene citrate, manfaat metformin pada sensitivitas insulin telah ditunjukkan pada wanita non-DM dengan PCOS.
Kata kunci: infertilitas, metformin, polycystic ovarian syndrome

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.