Asosiasi Penggunaan Aspirin pada Viral Infection dengan Sindrom Reye

Ranti Ayu Puspita Sari, Nur Ayu Virginia Irawati

Abstract


Sindrom reye, merupakan penyakit yang jarang terjadi yang dapat merusak beberapa organ tubuh, terutama otak dan hati. Sindrom reye pertama kali ditemukan oleh seorang berkebangsaan Australia bernama R. Douglas Reye pada tahun 1963. Baral melaporkan sebanyak 11 dari 21 pasien pada kasus yang ditemukan tersebut diberikan aspirin sebelum onset terjadinya sindrom tersebut dan memiliki riwayat penggunaan salisilat seperti krim topikal dan shampoo. Penggunaan salisilat ditemukan dalam darah pada 82% pasien. Di Indonesia sindrom reye pernah dilaporkan di Rumah Sakit Adam Malik Sumatera Utara pada anak laki-laki berusia 2 tahun, yang memiliki riwayat penggunaan aspirin. Pemeriksaan penunjang untuk menyingkirkan penyakit lain berupa pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan histologis. Mekanisme pasti terjadinya sindrom reye masih idiopatik. Akan tetapi, sindrom reye diperkirakan terkait dengan paparan toksin (salisilat pada 80% kasus) yang menyebabkan disfungsi mitokondria yang menghambat fosforilase oksidatif dan oksidasi asam lemak β pada penyakit infeksi virus. Sebagian besar evidence-based menyatakan bahwa terdapat asosiasi antara penggunaan aspirin saat fase prodormal penyakit dengan sindrom reye. Namun, belum ada penelitian yang membuktikan korelasi dosis aspirin dengan derajat keparahan sindrom reye. Sehingga pernyataan bahwa aspirin sebagai penyebab langsung dari sindrom reye belum dapat dibuktikan.
Kata kunci: Sindrom Reye, penggunaan aspirin, asam asetilsalisilat, viral infection

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.