Perbedaan Rerata Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Obesitas General dan Obesitas Sentral Pegawai Laki-Laki Dewasa di Lingkungan Universitas Lampung

Uliana Nur Melin, Khairun Nisa, Dian Isti Angraini, Rizki Hanriko

Abstract


Diabetes melitus merupakan suatu penyakit degeneratif yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang tinggi di dalam tubuh. Obesitas merupakan salah satu faktor predisposisi terjadinya diabetes mellitus tipe II pada dewasa muda. Obesitas dapat menimbulkan resistensi insulin melalui peningkatan produksi asam lemak bebas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan rerata kadar gula darah sewaktu pada obesitas general dan obesitas sentral pegawai laki-laki dewasa di lingkungan Universitas Lampung tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan September–November 2016. Sampel dalam penelitian adalah pegawai laki–laki dewasa di lingkungan Universitas Lampung sebanyak 79 responden. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan uji statistik menggunakan uji T tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukan responden rata–rata pada kelompok usia dewasa akhir (67,1%) dan responden terbanyak menderita obesitas sentral (55,7%). Rerata nilai kadar glukosa darah sewaktu pada penderita obesitas sentral sebesar 126,02 mg/dl dan pada penderita obesitas general sebesar 111,66 mg/dl dengan selisih sebesar 14,36 mg/dl. Hasil uji T perbedaan kadar glukosa darah sewaktu pada obesitas general dengan obesitas sentral dengan nilai p = 0,009. Kadar glukosa darah sewaktu lebih tinggi pada kelompok obesitas sentral dibandingkan dengan kelompok obesitas general.
Kata Kunci: glukosa darah sewaktu, obesitas general, obesitas sentral

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.