Vitamin C dan Selenium (Se): Pencegah Keracunan Pestisida Organofosfat

Dian Isti Angraini, Arilinia Pratiwi

Abstract


Pestisida merupakan bahan kimia yang digunakan untuk membasmi organisme atau hama yang mengganggu pada pertanian. Di Indonesia penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang tidak tepat telah menjadi ancaman serius di kalangan
petani terutama di sektor kesehatan. Sebanyak 12.000 kematian pertahun dilaporkan akibat keracunan pestisida di Indonesia. Bahan pestisida yang sering menimbulkan keracunan adalah golongan organofosfat dan golongan karbamat.
Organofosfat bekerja sebagai kolinesterase inhibitor. Efek organofosfat dalam menginhibisi CheA bersifat irreversible dengan membentuk phosporilated enzyme (enzyme-OP-complex). Intoksikasi tersebut akan berhenti jika ada reaktivasi
kompleks CheA-OP dengan proses yang lambat. Selenium sangat berperan dalam mengaktifan kembali enzim kolinesterase melalui beberapa proses yaitu: (1) Pengaktifan AMP siklik yang pada akhirnya akan mengaktifkan kolinesterase secara langsung; (2) Menyeimbangkan NADP dan NADPH pada jalur glikolisis aerobik di dalam eritrosit sehingga mencegah eritrosit dari kerusakan yang dapat menurunkan produksi kolinesterase darah; (3) Sebagai antioksidan untuk melindungi sel termasuk eritrosit dari kerusakan akibat radikal bebas; (4) Sebagai kofaktor proses oksidasi dealkilasi ikatan organofosfat dengan kolinesterase darah. Sedangkan vitamin C berperan dalam mengurai radikal bebas, membersihkan racun
(detoksifikasi) yang ada pada tubuh secara simultan bersama GPX dan berperan penting dalam menjaga kestabilan Selenium di dalam lambung serta memperbaiki fungsi sel. Penambahan Selenium 200 μg dan vit C 100 mg pada petani yang
beresiko keracunan pestisida akan meningkatkan 2,14% kadar ChEA darah.
Kata kunci: keracunan, organofosfat, selenium, vitamin c

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

View My Stats

Statistics Counter since 14 Februari 2021

 Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.