Madu Sebagai Hepatoprotektor Dinilai dengan Enzim Transaminase

Nico Aldrin Avesina, M. Ricky Ramadhian

Abstract


Hati adalah organ penting, dan kelenjar terbesar pada tubuh manusia. Hati memiliki beberapa fungsi seperti pengolahan metabolik, detoksifikasi obat, dan tempat pengeluaran bakteri. Pada beberapa tahun terakhir kasus penyakit hati kronis semakin meningkat. Beberapa contoh kasus penyakit hati kronis yaitu hepatitis B, hepatitis C, hepatitis alkoholik, dan non alkoholik fatty liver. Penyakit hati kronis dan bahan toksik yang masuk ke hati dapat menyebabkan kerusakan sel hati, dimana kerusakan ini dapat dinilai dari pemeriksaan biokimiawi hati yaitu enzim aminotransaminase. Pada biokimiawi hati peningkatan enzim aminotransferase seperti alanine aminotransferase (ALT) dan aspartate aminotransferase (AST) biasanya sebagai penanda yang mengarah pada perlukaan hepatoseluler atau inflamasi. Selama beberapa tahun terakhir
penggunaan madu pada berbagai patologi sudah berkembang. Madu memiliki efek sebagai antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, stimulasi imun, anti ulserasi, dan memiliki efek penyembuhan luka atau luka bakar. Pada beberapa penelitian madu juga memiliki efek hepatoprotekor sehingga dapat mempengaruhi perubahan pada enzim penanda kerusakan hati yaitu ALT dan AST. [J Agromed Unila 2015; 2(3):321-325]
Kata kunci: ALT, AST, hati, madu

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.