Pemeriksaan Kadar HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Obesitas

Guntur Sulistio, Hanna Mutiara

Abstract


Diabetes Melitus (DM) termasuk penyakit tak menular dengan prevalensi yang cukup tinggi di dunia. World Health Organization (WHO) memperkirakan pada tahun 2025 penderita DM angkanya mencapai 333 juta jiwa. Diabetes Melitus Tipe 2 mempunyai dua faktor penyebab yaitu resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin karena sel beta pankreas mulai terganggu fungsinya. Diabetes Melitus dilihat dari dua hal yaitu GDS dan pemeriksaan Glycate Hemoglobin (HbA1c). Pemeriksaan kadar HbA1c dapat memberikan informasi tentang kontrol glikemik pasien selama 2-3 bulan sebelumnya. Meningkatnya penderita DM Tipe 2 disebabkan oleh peningkatan obesitas, kurang aktivitas fisik, kurang mengonsumsi
makanan yang berserat, merokok, dan mengonsumsi makanan tinggi lemak. Menurut American Diabetes Association (ADA) 2005, diabetes melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Hemoglobin A1c merupakan komponen minor paling besar dari sel darah manusia, normalnya 4% dari total hemoglobin A. Ketertarikan pada HbA1c dimulai pada saat Rahbar menemukan
peningkatan komponen tersebut sebanyak dua sampai tiga kali lipat pada pasien diabetes. Obesitas adalah akumulasi lemak secara berlebihan atau abnormal dalam tubuh sehingga dapat mengganggu kesehatan. Obesitas pada usia dewasa muda berhubungan dengan peningkatan risiko kejadian penyakit jantung koroner, hipertensi, hiperkolesterolemia, diabetes
melitus, dan gangguan metabolik. Ada perbedaan signifikan antara kadar HbA1c pada pasien DM dewasa yang obesitas dan tidak obesitas. [J Agromed Unila 2015; 2(4):430-432]

Kata Kunci: diabetes melitus,HbA1c, obesitas


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.