WORLD LUNG DAY: AKSES AWAL DAN CASE FINDING TUBERKULOSIS PARU
DOI:
https://doi.org/10.23960/jpmrj.v10i2.3754
Abstract View: 5
Abstract
Tuberkulosis (TB) tetap menjadi penyebab utama kematian akibat penyakit menular di dunia, sehingga deteksi dini dan active case finding (ACF) menjadi strategi kunci untuk memutus transmisi, terutama di komunitas berisiko tinggi. Pada momentum World Lung Day, Program Pendidikan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung melaksanakan kegiatan edukasi masyarakat di RSUD Ahmad Yani Metro (18 Agustus 2025). Edukasi berfokus pada pengenalan gejala TB paru, jalur diagnostik sesuai rekomendasi WHO, serta prinsip pengobatan TB Paru Sensitif Obat (TB-SO), termasuk rejimen singkat berbasis rifapentin–moksifloksasin. Metode kegiatan meliputi presentasi interaktif, diskusi, dan penggalian hambatan akses. Hasil menunjukkan tingginya antusiasme peserta terhadap deteksi dini, pemahaman alur diagnostik (gejala–rontgen dada–uji molekuler), serta minat terhadap integrasi teknologi seperti computer-aided detection (CAD) berbasis AI. Edukasi ini meningkatkan kesiapan skrining dan pengetahuan mengenai terapi TB-SO yang lebih singkat, meskipun evaluasi formal belum dilakukan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi publik terstruktur, penguatan rujukan cepat, dan potensi adopsi CAD-CXR dalam memperluas ACF komunitas.
